Kamis, 9 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pemadaman Listrik Sebabkan Industri Tekstil dan Ritel Rugi Ratusan Miliar

Pemadaman listrik total (blackout) yang terjadi di sejumlah wilayah bagian barat Pulau Jawa

IST
Pemadaman listrik hari ini di Jawa Tengah karena PLN menyelenggarakan kegiatan perawatan dan pemeliharaan jaringan 

TRIBUNJATENG.COM - Pemadaman listrik total (blackout) yang terjadi di sejumlah wilayah bagian barat Pulau Jawa menyebabkan kerugian pengusaha, khususnya tekstil dan ritel, dengan nilai mencapai ratusan miliar.

Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) memperkirakan kerugian industri tekstil di seluruh Pulau Jawa, termasuk Banten mencapai Rp 500 miliar.

"(Kerugian-Red) Karena pemadamannya cukup panjang, dan akan diikuti dengan pemadaman-pemadaman selanjutnya karena belum stabil," kata Ketua API Pusat, Ade Sudrajat, melalui telepon seluler, Senin (5/8).

"Semuanya jelas terdampak, karena mati listrik ini. Di Kabupaten Bandung diperkirakan mencapai Rp 200 miliar karena 44 persen industri tekstil itu ada di Kabupaten Bandung," ujarnya.

Selain itu, dia menambahkan, meski tidak adanya aktivitas produksi selama padamnya listrik, pihak perusahaan juga tetap harus membayar gaji karyawan yang telanjur masuk kerja pada hari itu.

Pada saat blackout, Ade menuturkan, perusahaan otomatis juga harus meningkatkan pengamanan, karena dikhawatirkan akan ada pencurian atau kebakaran, sehingga harus ada pengamanan ekstra.

"Yang paling jelas produksi jadi tidak berkualitas, barang rusak semua karena ada proses yang terganggu, seperti pencelupan menjadi belang, yang ditenun menjadi bergaris karena mesin mati mendadak," jelasnya.

Kerugian paling parah, menurut dia, ada di bidang IT, karena sebagian besar perusahaan tekstil di Indonesia sudah menggunakan perangkat teknologi untuk pengoperasionalan mesin dengan sistem komputerisasi.

"Peralatan elektronik yang rusak otomatis harus kami ganti semua. Karena semua mesin itu sudah pakai CPU dengan sistem komputerisasi. Semua rusak karena tegangan beda dan sebagainya," terangnya.

Ade menyatakan, kerugian lain juga berasal dari pengoperasionalan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang tidak berjalan.

Menurut dia, pemadaman listrik total ini jelas merugikan pelaku industri tekstil di Indonesia, khususnya Pulau Jawa dan Banten.

"Untuk menghidupkan kembali, kira-kira (PLN) membutuhkan waktu 3 minggu. Kalau sekarang ditambah mau pemadaman lagi, pusing kami, satu dan lain hal jadi kami rugi lagi, rugi lagi," tukasnya.

Apalagi, Ade mengungkapkan, pemadaman listrik itu sangat mendadak, dan tidak ada pemberitahuan sebelumnya, kapan dan berapa lama waktunya.

"Pemberitahuan ini sangat dibutuhkan, untuk koordinasi supaya kerugian dapat ditekan. PLN wajib memberitahukan kapan pemadaman dan berapa lama supaya kami siap-siap," ucapnya.

Adapun, Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) mencatat potensi kerugian anggota akibat pemadaman listrik itu mencapai Rp 90 miliar-Rp 100 miliar per enam jam.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved