Jumat, 10 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

IT Telkom Purwokerto

ITTP Purwokerto Gelar Webinar Teknik Biomedis

Webinar Teknik Biomedis yang diselenggarakan oleh Program Studi S1 Teknik Biomedis Institut Teknologi Telkom Purwokerto.

Editor: abduh imanulhaq
IT TELKOM PURWOKERTO
Webinar Teknik Biomedis diselenggarakan Program Studi S1 Teknik Biomedis Institut Teknologi Telkom Purwokerto (ITTP) 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Program Studi S1 Teknik Biomedis Institut Teknologi Telkom Purwokerto (ITTP) menggelar Webinar Teknik Biomedis, Sabtu (13/11/2021) pukul 13.00-15.30 WIB.

Acara ini diselenggarakan berkat kerja sama dengan Magister Teknik Biomedis UGM, S1 Teknik Biomedis UPY, dan S1 Teknik Biomedis Udinus.

Webinar terdiri atas dua sesi, Sesi 1 tema Internet of Medical Things dan Society 5.0 dengan pembicara Dr. I Ketut Agung Enriko, S.T, M.Sc selaku Senior Manager Research and Innovation PT.Telkom.

Kemudian sesi 2 tema Inovasi pada Fasilitas Kesehatan di Indonesia (Potensi dan Tantangannya) dengan pembicara Ir.Rohmadi, S.T, M.Si, M.T, M.M selaku Kepala Loka Pengamanan Fasilitas Kesehatan (LPFK) Surakarta.

Hadir Ketua Program Studi S1 Teknik Biomedis ITTP Muhammad Yusro, S.T., M.Biotech, Ketua Kelompok Keahlian Elektronika dan Kendali Mas Aly Afandi, S.ST, M.T, Ketua Program Studi Magister Teknik Biomedis UGM Ir. Rini Dharmastiti, M.Sc. Ph.D, Ketua Program Studi S1 Teknik Biomedis UPY Wahyu Sugiono, S.Si., M.Si, dan Ketua Program Studi S1 Teknik Biomedis Udinus Dr. Aripin, M.Kom.

Peserta webinar adalah dosen dan mahasiswa S1 Teknik Biomedis ITTP serta dari internal maupun luar ITTP.

Acara berjalan lancar dipandu MC Melinda Nasya mahasiswa S1 Teknik Biomedis ITTP angkatan 2020.

Dilanjutkan sambutan tuan rumah Teknik Biomedis ITTP oleh Muhammad Yusro, S.T., M.Biotech dan moderator webinar Raditya Artha Rochmanto, S.T, M.T.

Sesi pertama tema Internet of Medical Things dan Society 5.0 memaparkan internet telah mempengaruhi budaya masyarakat dalam segala aspek, tak terkecuali di bidang kesehatan.

"Seorang dokter memonitor kondisi pasiennya tidak harus bertatap muka secara langsung. Banyak layanan telemedicine seperti haloDoc, HaloDokter, dan GrabHealth. Saat ini e-health semakin berkembang, bisa untuk mendiagnosa penyakit pasien bahkan penyembuhan penyakit. Dalam mendiagnosis kelainan pada mata, seorang dokter hanya membutuhkan citra retina mata pasien melalui kacamata khusus yang disiapkan," jelas Enriko.

Kemudian untuk mendiagnosis kelainan pada perut pasien, dokter cukup menanamkan kapsul yang berisi sensor khusus ke dalam perut tanpa perlu operasi pembedahan.

Dari kapsul yang keluar itu nanti dapat dianalisis penyakit apa di perut pasien tersebut.

"Untuk mendiagnosis kelainan paru-paru si pasien tidak perlu datang menemui dokter, pasien hanya perlu meniupkan udara di suatu kantong udara kecil. Nanti kandungan udara dalam kantong akan dianalisis melalui uji laboratorium. Hal ini akan mempengaruhi budaya masyarakat ke depan yang semula manual menjadi terdigitalisasi dengan syarat infrastruktur jaringan internet memadai,”imbuhnya.

Adapun sesi kedua tema Inovasi pada Fasilitas Kesehatan di Indonesia (Potensi dan Tantangannya) membahas inovasi fasilitas Kesehatan di Indonesia yang sudah mulai meningkat.

"Kondisi ini seiring banyaknya riset yang dilakukan baik dari perguruan tinggi maupun industri seperti alat ventilator pernapasan buatan dalam negeri, Genose untuk mendeteksi covid-19, chamber untuk isolasi, dan implant untuk tulang patah," papar Rochmadi.

Webinar Teknik Biomedis
Webinar Teknik Biomedis (IST)
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved