Berita Pendidikan
Belajar Utang Negara Lewat Mading, Ratusan Siswa SMP Semarang Tuangkan Ide di Dinding
Sebanyak 42 tim dari 42 SMP se-Kota Semarang berkumpul dalam satu ruang menempel kertas warna-warni di depan papan mading.
Penulis: budi susanto | Editor: raka f pujangga
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Suasana Anjungan Kota Semarang di Grand Maerokoco tampak berbeda.
Bukan sekadar kunjungan wisata, ratusan siswa SMP justru terlihat sibuk menempel kertas warna-warni, menggambar, dan berdiskusi serius di depan papan mading mereka.
Sebanyak 42 tim dari 42 SMP se-Kota Semarang berkumpul dalam satu ruang.
Tangan-tangan kecil mereka bergerak cepat, menyusun potongan informasi menjadi sebuah cerita visual.
Baca juga: Mading Nelayan Selayar Tewas Terkena Bom Ikan, Tubuhnya Tak Utuh
Tema yang diangkat pun tak biasa untuk seusia mereka, “Hutang Negara, Buat Apa?”
Di balik kesibukan itu, bukan hanya kreativitas yang diuji, tetapi juga cara mereka memahami sesuatu yang selama ini terdengar rumit, keuangan negara.
Kegiatan bertajuk Wall Gallery Competition ini digagas Inveskids bersama MGMP IPS Kota Semarang dan Dinas Pendidikan Kota Semarang.
Melalui media mading, siswa diajak membumikan konsep utang negara menjadi sesuatu yang lebih dekat dan mudah dipahami.
Di salah satu sudut, Aquila Najda, siswa kelas 2 SMPN 4 Semarang, tampak antusias menyelesaikan karyanya bersama tim.
“Baru pertama kali ikut, seru sekali. Kami jadi lebih mengerti utang negara itu untuk apa. Ternyata bisa dipelajari dengan cara yang menyenangkan,” ujarnya kepada Tribun Jateng, Jumat (10/4/2026).
Bagi Aquila dan teman-temannya, topik yang semula terdengar berat justru menjadi pengalaman baru yang menarik. Mereka tidak hanya membuat mading, tetapi juga harus memahami isi yang mereka sajikan.
Calvin, pelajar dari SMA Jakarta Intercultural School (JIS) berusia 16 tahun, sebagai founder dari Inveskids, menyebut literasi keuangan sebagai bekal penting yang sering kali terlambat diajarkan.
“Literasi keuangan itu penting untuk masa depan. Anak-anak usia SMP adalah waktu yang tepat untuk mulai memahami bagaimana mengelola uang, termasuk konsep besar seperti keuangan negara,” jelasnya.
Menurutnya, pendekatan kreatif seperti ini membantu siswa memahami prinsip dasar keuangan tanpa merasa terbebani.
Tak hanya siswa, para guru pendamping juga mendapat pembekalan di sela kegiatan.
| Bisa Lacak Korban Bencaana, Kecoa Robot Mahasiswa Undip Semarang Sabet Medali Emas di Malaysia |
|
|---|
| Pedoman Memilih Jurusan Kuliah, Bukan Sekadar Label Kampus Tapi Sesuaikan Kebutuhan Industri |
|
|---|
| UT Purwokerto Bekali Mahasiswa Cerdas Finansial di Era Pajak Digital |
|
|---|
| Langkah Kecil Berbuah Besar, Triyana Kepsek SMPN 28 Inovasikan Literasi Numerasi "Siaga Pelita" |
|
|---|
| Tips Mencegah Perundungan di Sekolah, Selalu Waspada Celah Waktu di Jam Istirahat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260410_Wall-Gallery-Competition-lomba-mading-di-Semarang_1.jpg)