Kamis, 9 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Harga Tepung Terigu di Semarang Bertahan Tinggi, Saat Ini Rp 13.000 Perkilogram

Pedagang sembako di pasar tradisional Kota Semarang menyatakan, harga tepung terigu masih terus tinggi hingga kini menyentuh Rp 13.000/kg. Padahal, se

Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: m nur huda
YOUTUBE
Ilustrasi tepung terigu - Pedagang sembako di pasar tradisional Kota Semarang menyatakan, harga tepung terigu masih terus tinggi hingga kini menyentuh Rp 13.000/kg. Padahal, sebelumnya harga tepung terigu berada pada kisaran Rp 8.500/kg. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Di tengah turunnya harga sejumlah komoditas pangan seperti minyak goreng, telur, bawang merah, dan cabai, harga tepung terigu tercatat masih bertahan tinggi.

Pedagang sembako di pasar tradisional Kota Semarang menyatakan, harga tepung terigu masih terus tinggi hingga kini menyentuh Rp 13.000/kg. Padahal, sebelumnya harga tepung terigu berada pada kisaran Rp 8.500/kg.

"Harga yang masih tinggi sekarang tepung terigu, Rp 10 ribu hingga Rp 13 ribu per kilogram," kata Warto, satu pedagang di Relokasi Pasar Johar Semarang, Minggu (7/8).

Menurut dia, harga tepung terigu hingga saat ini masih belum terkendali. Kenaikan terjadi secara bertahap sejak Ramadan 2022 lalu.

"Tepung tapioka juga sama, naik. Sekarang harganya Rp 12 ribu/kg. Tapi kenaikan harga tepung tapioka tidak setinggi terigu," jelasnya.

Pedagang sembako di pasar Karangayu Semarang juga sempat mengeluhkan kenaikan harga tepung.

Menurut pedagang, kenaikan harga terjadi cukup signifikan, dan membuat mereka kebingungan.

Sebab, selain berpengaruh pada penurunan penjualan tepung, juga berpengaruh pada penurunan penjualan produk-produk turunannya.

"Kalau harga-harga naik, otomatis penjualan turun. Harga tepung ini naik terus, pelanggan banyak yang protes, ngeluh harga-harga naik," ucap Mardiyah, pedagang di Pasar Karangayu Semarang, baru-baru ini.

Ia menyebut, kenaikan harga tepung tersebut terjadi tak hanya pada tepung terigu, tetapi juga tapioka. Kenaikan hara keduanya terjadi beriringan.

"Harga tepung naik terus, tepung terigu dan tapioka sama. Merangkak pokoknya," ucapnya.

Mardiyah menyatakan, kenaikan harga tepung itu berpengaruh pada harga produk-produk turunannya seperti mie, mie instan, kerupuk, dan berbagai camilan berbahan tepung.

Kenaikan harga pada produk-produk tersebut juga cenderung tinggi.

"Kerupuk itu yang belum digoreng naiknya Rp 2.000, awalnya Rp 16.000 menjadi Rp 18.000 per kilogram. Mie instan yang awalnya Rp 2.500 menjadi Rp 2.750-Rp 3.000 bergantung merek, jenis rebus atau goreng," terangnya.

Senada, pedagang lain di Pasar Karangayu, Slamet menuturkan, kenaikan harga tepung telah terjadi beberapa bulan sebelum Ramadan.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved