Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

HUT RI ke 80

Cerita Dibalik Warna-warni Gapura, Simbol Kebersamaan Warga Desa

Meski perayaan hari kemerdekaan telah lewat, semangatnya masih terasa kuat di sejumlah daerah.

Penulis: budi susanto | Editor: Catur waskito Edy
Budi Susanto/Tribun Jateng
GAPURA - Sejumlah warga Dukuh Wringin, Tegal berfoto di bawah gapura yang telah dihias dalam rangka menyambut hari kemerdekaan RI, Kamis (21/8/2025). Meski jadi agenda tahunan namun gapura hias memiliki makna tersendiri bagi warga sekitar. (TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO) 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Meski perayaan hari kemerdekaan telah lewat, semangatnya masih terasa kuat di sejumlah daerah.

Di wilayah Pantura Jawa Tengah misalnya, berbagai pernik kemerdekaan masih berdiri, gang-gang juga bersolek.

Bahkan gapura-gapura pemukiman disulap sangat meriah dengan berbagai hiasan.

Hal tersebut seolah manjadi bukti, masyarakat masih menghargai jasa pahlawan yang berjuang memerdekakan Republik Indonesia.

"Wajib itu, jadi harus meriah menyambut kemerdekaan republik ini," terang Ahmad Yani warga Kabupaten Kendal kepada Tribun Jateng, Kamis (21/8/2025).

Tak hanya di Kendal, di wilayah Kota Semarang, Kabupaten Batang hingga Brebes hal serupa juga dijumpai.

Serupa dengan berbagai daerah, warga Dukuh Wringin, Tegal tak kalah ketinggalan.

Gapura-gapura di perumahan warga berdiri megah, dihiasi warna-warni cat dan ornamen yang meriah. 

Namun, di balik gapura yang indah itu, tersimpan kisah sederhana tentang kebersamaan.

Di wilayah dukuh tersebut, suasana terasa berbeda. Deru bor listrik, dentuman palu, dan tawa riang warga berpadu jadi satu. 

20250821-gapura hut ri
GAPURA - Sejumlah warga Dukuh Wringin, Tegal berfoto di bawah gapura yang telah dihias dalam rangka menyambut hari kemerdekaan RI, Kamis (21/8/2025). Meski jadi agenda tahunan namun gapura hias memiliki makna tersendiri bagi warga sekitar. (TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO)

Di mana para bapak sibuk menyusun rangka gapura, sementara ibu-ibu menyiapkan cat dan dekorasi. 

Tak ketinggalan, anak-anak berlarian, sesekali ikut menempelkan ornamen, sambil menyemangati orang tua mereka.

Menurut PLT Kepala Desa Dukuh Wringin, semangat kebersamaan itu muncul lantaran adanya perlombaan gapura. Namun, bagi warga, gapura bukan sekadar ornamen lomba.

“Hadiah memang ada, tapi bukan itu tujuan utama. Yang lebih berharga adalah kebersamaan, gotong royong, dan rasa guyub antarwarga. Itu yang bikin kampung semakin hidup,” tutur Suhud, Kepada Tribun Jateng.

Suhud menambahkan, kegiatan semacam ini membuat kampung lebih regeng alias ramai dan penuh kehidupan. Warga yang sebelumnya jarang bertemu kini saling mengenal lebih dekat. 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved