Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jawa Tengah

Pencari Kerja Suka Pilih-pilih, Penyebab Tingginya Angka Pengangguran di Jateng

Penyebab tingginya angka pengangguran di Jawa Tengah bukan karena ketiadaan lapangan kerja, tapi perilaku mereka.

Editor: deni setiawan
KOMPAS.COM/Titis Anis Fauziyah
JOB FAIR - Ribuan warga Jawa Tengah berebut melamar lowongan kerja di job fair di Kantor Disnakertrans Jateng, Kota Semarang, Kamis (21/8/2025). Job fair yang berlangsung hingga 22 Agustus 2025 ini menawarkan 6.654 lowongan dengan 288 posisi dari 43 perusahaan. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Warga Jawa Tengah disebut tidak puas terhadap penyediaan lapangan kerja atau angka pengangguran pada enam bulan terakhir ini.

Namun hal tersebut segera diklarifikasi oleh Disnakertrans Jateng atas hasil survei terhadap 400 responden.

Disebutkan jika sebenarnya titik persoalan tingginya angka pengangguran bukan pada jumlah lowongan, melainkan perilaku mereka sendiri.

Baca juga: Kanwil Kemenkum Jateng Dorong Penguatan KIK Semarang dan Fasilitasi 100 Merek UMKM

Baca juga: Pemprov Jateng Dinobatkan Provinsi Terbaik 1 Dalam Penyediaan Perumahan

Kepala Disnakertrans Jateng, Ahmad Aziz menegaskan bahwa penyebab tingginya angka pengangguran di Jawa Tengah bukan karena ketiadaan lapangan kerja.

Dia menilai, masalah utamanya ada pada sikap pencari kerja yang cenderung pilih-pilih pekerjaan dan tidak memenuhi standar perusahaan.

“Sebenarnya seperti yang disampaikan Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, lowongan kerja di Jawa Tengah sangat banyak," kata Aziz, Selasa (26/8/2025).

“Itu bukan karena lowongan kerjanya yang tidak ada."

"Tetapi karena sebagian pencari kerja suka pilih-pilih."

"Antara pencari kerja dan penyedia kerja (perusahaan) masih terjadi mismatch."

"Juga karena kemampuan pencari kerja tidak memenuhi standar yang dibutuhkan,” tuturnya.

Aziz merespons pun hasil survei Litbang Kompas yang menyebut 60 persen dari 400 responden tidak puas terhadap penyediaan lapangan kerja atau penanganan pengangguran di Jawa Tengah, selama enam bulan awal pemerintahan Luthfi-Yasin.

Menurut Aziz, pemerintah telah menyiapkan beberapa fasilitas, termasuk aplikasi Ayo Kerjo yang bisa diakses masyarakat.

“Silakan masyarakat mengakses informasi lowongan kerja dari aplikasi Ayo Kerjo, di situ ada banyak info lowongan kerja yang update setiap saat."

"Aplikasi ini sudah dikunjungi 700 ribu orang lebih,” kata Aziz.

Baca juga: Pemprov Jateng Luncurkan Program Kecamatan Berdaya

Baca juga: Pemprov Jateng Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Sumur Minyak di Blora Senilai Rp 180 Juta

Aziz menambahkan, aplikasi Ayo Kerjo adalah peremajaan dari aplikasi sebelumnya e-Makaryo.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved