Berita Banyumas
OJK Purwokerto: Gen Z Rentan Terjerat Paylater
Gen Z menjadi kelompok yang paling rentan terpapar godaan transaksi instan paylater.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: M Syofri Kurniawan
TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Kepala Kantor OJK Purwokerto, Haramain Billady, mengingatkan, Gen Z menjadi kelompok yang paling rentan terpapar godaan transaksi instan paylater.
Kemudahan fitur paylater bisa menjadi jebakan bagi generasi muda.
Terutama karena sebagian dari mereka belum memiliki kemampuan dasar dalam pengelolaan keuangan.
Baca juga: Banyak Penipuan Keuangan, OJK Ajak Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan
"Kadang-kadang Gen Z pengelolaan keuangannya masih basic. Harapannya jangan sampai pemuda terpapar paylater. Kalau tidak butuh, jangan. Pahami kebutuhan dulu," ujarnya kepada Tribunbanyumas.com, dalam Media Gathering dan Capacity Building OJK Purwokerto di Yogyakarta, Kamis (4/12/2025).
Selain risiko konsumtif paylater, OJK menyoroti bahaya penipuan keuangan (scam) yang terus naik tiap tahun.
Sejauh ini, OJK Purwokerto menerima beberapa laporan scam.
OJK juga meminta masyarakat segera melapor apabila menjadi korban scam dan penyalahgunaan data pribadi.
Peringatan OJK terhadap Gen Z soal pengelolaan keuangan menjadi relevan di tengah pertumbuhan transaksi digital, kenaikan jumlah investor muda, dan meningkatnya ancaman penipuan keuangan.
Literasi keuangan yang kuat menjadi kunci agar generasi produktif tidak mudah terjebak godaan paylater maupun menjadi korban scam.
Dalam kesempatan tersebut OJK Purwokerto memaparkan perkembangan kinerja sektor jasa keuangan di eks Karesidenan Banyumas.
Dari sektor perbankan (BU/BPR/S) pada posisi September 2025: aset tumbuh 4,91 persen (YoY), kredit juga tumbuh 5,63 persen (YoY), dana pihak ketiga (DPK) naik 5,08 persen (YoY).
Namun, rasio kredit bermasalah (NPL) meningkat menjadi 5,65 persen sejak 2021.
Kemudian Bank Umum per (September 2025): aset naik 4,36 persen (YoY), kredit naik 6,60 persen (YoY), DPK naik 5,85 persen (YoY), NPL naik dari 2,61 persen (2024) ke 3,42 persen (2025), LDR naik menjadi 102,42 persen.
BPR dan BPRS yaitu aset tumbuh 6,98 persen (YoY), DPK tumbuh 0,50 persen (YoY), kredit turun -0.84 persen (YoY), NPL melonjak menjadi 21,55 persen, LDR turun menjadi 77,34 persen.
OJK melaporkan komposisi penyaluran kredit berdasarkan jenis penggunaan yaitu modal kerja sebesar 54 persen. Sementara berdasarkan kategori usaha: UMKM sebesar 52 persen.
Adapun pembiayaan dan investasi meningkat, didominasi kaum muda.
Penyaluran pembiayaan oleh perusahaan pembiayaan di wilayah kerja OJK Purwokerto naik 5,10 persen (YoY) dari Rp3.824 miliar menjadi Rp4.019 miliar.
Sektor terbesar yaitu perdagangan besar - eceran, reparasi dan perawatan kendaraan dengan porsi 22 persen atau Rp899 miliar.
Investor saham dan reksadana juga melonjak pada Agustus 2025.
Investor saham naik 27,93 persen menjadi 132.048 investor.
Investor reksadana tumbuh 22,57 persen menjadi 304.481 investor.
Nilai transaksi melonjak 116,51 persen menjadi Rp2.732,51 miliar.
Adapun kelompok usia 21 - 30 tahun menjadi investor terbanyak
Di sisi lainnya, pengaduan konsumen melonjak 1.054, dengan ada 441 aduan walk-in, 613 aduan melalui aplikasi.
Dalam kesempatan tersebut Ketua PWI Banyumas, Lilik Darmawan, menegaskan pentingnya sinergi antara media dan OJK untuk memperkuat literasi masyarakat.
"Media bisa menjadi duta literasi, terutama di tengah fenomena pinjol ilegal," ujarnya.
Haramain Billady berpesan wartawan juga harus memahami berbagai produk keuangan agar mampu mengedukasi masyarakat secara akurat, termasuk produk-produk tematik seperti kripto yang kini masuk dalam pengawasan OJK. (jti)
Baca juga: Harga Bitcoin Anjlok 6,49 Persen, OJK Catat Transaksi Kripto Melesat 27 Persen
| Ubah Pola Lapor Korban Penipuan Keuangan, OJK Ajak Masyarakat Tinggalkan Cara Lama ke Polisi |
|
|---|
| Ini yang Dimiliki Banyumas Tapi Tak Ada di Daerah Lain hingga Bisa Rebut Proyek Nasional |
|
|---|
| ASN Banyumas Berpeluang Dimutasi Antar Daerah, Aplikasi Slamet Jadi Gerbang Integrasi Nasional |
|
|---|
| Pemkab Banyumas Siapkan SDM Terampil Sambut Peluang Kerja ke Jerman, Gaji Perawat Tembus Rp50 Juta |
|
|---|
| Bidik Pasar Eropa, Pemkab Banyumas Siapkan BLK Khusus untuk Tembus Pasar Jerman |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20251203_Media-Gathering.jpg)