Minggu, 10 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Banyumas

Banyumas Darurat Bencana Sosial, MUI Soroti Narkoba, HIV/AIDS dan Perceraian

Selain tingginya angka penyalahgunaan narkoba, Banyumas juga dihadapkan pada kasus HIV/AIDS y Serta meningkatnya angka perceraian

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: muslimah
IST/MUI Banyumas.
TIGA PERSOALAN BANYUMAS - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Banyumas, KH Taefur Arofat, dalam kegiatan Refleksi Akhir Tahun 2025 MUI Kabupaten Banyumas, Selasa (23/12/2025). Kegiatan itu bertajuk 'Memperkuat Ketahanan Sosial untuk Mewujudkan Generasi Berakhlak Mulia; Analisis Problem, Dinamika, dan Proyeksi'. 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Tingginya angka penyalahgunaan narkoba, kasus HIV/AIDS, serta perceraian menjadi tiga persoalan utama yang dinilai mendorong Kabupaten Banyumas berada dalam kondisi darurat bencana sosial.

Peringatan tersebut disampaikan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Banyumas, KH Taefur Arofat, dalam kegiatan Refleksi Akhir Tahun 2025 MUI Kabupaten Banyumas bertajuk 'Memperkuat Ketahanan Sosial untuk Mewujudkan Generasi Berakhlak Mulia; Analisis Problem, Dinamika, dan Proyeksi'.

KH Taefur menegaskan, ketiga persoalan itu bukan sekadar fenomena statistik, melainkan ancaman nyata yang berpotensi merusak sendi kehidupan sosial masyarakat dalam jangka panjang.

Baca juga: TERUNGKAP, Obat Keras Expired Sasar Pelajar Banyumas, BNNK Sita 140 Ribu Butir

"Banyumas hari ini berada dalam kondisi darurat bencana sosial. Ini ancaman serius yang dampaknya bisa lebih panjang dan tidak kalah mencekam dibandingkan bencana alam," ujarnya kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (23/12/2025). Ia menyebut kondisi tersebut sebagai fenomena "Banyumas serba tiga besar". 

Selain tingginya angka penyalahgunaan narkoba, Banyumas juga dihadapkan pada kasus HIV/AIDS yang masih tinggi serta meningkatnya angka perceraian.

"Belum lagi fakta baru yang sangat memprihatinkan, yakni kehamilan di luar nikah yang justru banyak terjadi pada anak usia remaja setingkat SMP atau SLTP," kata KH Taefur.

Menurutnya, rangkaian persoalan tersebut menunjukkan adanya krisis ketahanan sosial dan moral yang tidak bisa diselesaikan secara parsial.

KH Taefur menekankan pentingnya penguatan ketahanan sosial berbasis keluarga, pendidikan, dan nilai-nilai keagamaan sebagai fondasi utama mencegah meluasnya dampak bencana sosial.

Sebagai zu’ama dan mitra strategis pemerintah daerah, MUI Banyumas, lanjut KH Taefur, berkomitmen untuk terus memberikan masukan serta rekomendasi kebijakan dalam rangka perbaikan sosial.

"MUI akan terus membersamai pemerintah dan masyarakat, berjuang dalam amar makruf nahi munkar demi kemaslahatan umat dan masa depan generasi Banyumas," tegasnya.

Dalam forum yang sama, Kasat Binmas Polresta Banyumas AKP Soetrisno, SH memaparkan perkembangan isu terorisme dan intoleransi yang kini menyasar generasi muda melalui media digital, termasuk game daring.

Ia menilai generasi Z dan generasi Alpha menjadi kelompok paling rentan karena kedekatan mereka dengan gawai tanpa pengawasan yang memadai. 

Sementara itu, Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNNK Banyumas, Wicky Sri Erlangga, mengungkapkan data penyalahgunaan narkotika sepanjang tahun 2025 di Banyumas.

Ia memaparkan jenis narkotika dan psikotropika yang beredar, latar belakang pelaku yang lintas usia, hingga ancaman hukuman pidana bagi para pelanggar hukum. (jti) 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved