Selasa, 19 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Cilacap

Angin Kencang Masih Berpotensi Terjadi di Cilacap, Ini Penjelasan BMKG

Perubahan cuaca ekstrem berupa peningkatan kecepatan angin terpantau signifikan di wilayah Cilacap dan sekitarnya

Tayang:
Penulis: Rayka Diah Setianingrum | Editor: muslimah
TRIBUN JATENG/BPBD Cilacap 
POHON TUMBANG - Petugas BPBD saat melakukan penanganan pohon tumbang di Jalan Gatot Subroto Cilacap, Senin (12/1) lalu. 

TRIBUNJATENG.COM, CILACAP - Perubahan cuaca ekstrem berupa peningkatan kecepatan angin terpantau signifikan di wilayah Cilacap dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir berdasarkan hasil pengamatan Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap.

BMKG mencatat kecepatan angin maksimum mulai meningkat sejak 9 Januari 2026, dengan hembusan terkuat terjadi pada 12 Januari yang mencapai 32 knot dan disertai hujan.

“Kecepatan angin maksimum secara berurutan tercatat 25 knot pada 9 Januari, 30 knot pada 10 Januari, 22 knot pada 11 Januari, dan meningkat tajam menjadi 32 knot pada 12 Januari siang,” ujar Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Teguh Wardoyo, Rabu (14/1/2026).

Baca juga: Kisah Nuraini Lahirkan Anak Kelima di Teras Musala, Menangis Dengar Tangis Bayi

Memasuki 13 Januari 2026, BMKG menyebut kecepatan angin maksimum masih terpantau cukup kuat yakni mencapai 16 knot meski intensitasnya mulai menurun.

Kondisi tersebut dipengaruhi oleh dinamika atmosfer berupa adanya pusat tekanan rendah di Australia bagian timur laut dengan tekanan 1.000 mb dan tekanan tinggi di wilayah Asia sebesar 1.023 mb.

“Perbedaan tekanan udara yang cukup besar ini memicu aliran angin yang lebih kencang, terutama melintasi wilayah Indonesia termasuk Cilacap,” jelasnya.

BMKG juga memprakirakan cuaca di wilayah Cilacap, Banyumas, dan sekitarnya dalam sepekan ke depan berpotensi hujan ringan hingga sedang.

"Potensi angin kencang masih diperkirakan terjadi hingga akhir pekan dengan kecenderungan hujan turun pada sore hingga malam hari," katanya.

Suhu udara diprakirakan berkisar antara 24 hingga 33 derajat Celcius dengan kelembaban 56 sampai 91 persen dan angin dominan bertiup dari arah barat berkecepatan 5 hingga 45 kilometer per jam.

Sementara itu, tinggi gelombang di perairan selatan Jawa diprakirakan berada pada kisaran 1,25 hingga 2,5 meter sehingga masyarakat pesisir dan nelayan diminta tetap waspada. (ray)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved