Berita Banyumas
Ahli Geologi Unsoed Ingatkan Ancaman Banjir Bandang dan Longsor Banyumas
Ancaman banjir bandang dan longsor di sejumlah wilayah di Banyumas tak bisa dipandang sebelah mata
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: muh radlis
Ini terkait dengan penurunan pemanasan global, kualitas udara, kuantitas dan kualitas air, konservasi, hingga upaya meminimalkan bencana dan memperpendek periode terjadinya bencana," jelasnya.
Namun demikian, ia menyadari dalam perkembangan manusia, kebutuhan akan infrastruktur tak terelakkan.
Karena itu, menurutnya, kata kunci utama adalah pengelolaan sumber daya alam yang benar dan terukur.
"Dalam perkembangan manusia, kita butuh infrastruktur dan bahan bangunan seperti batu dan kayu.
Saya kira kuncinya adalah pengelolaan yang benar dan terukur," ucapnya.
Sejalan dengan peringatan tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas merilis prakiraan daerah berpotensi banjir di wilayah Jawa Tengah untuk periode Januari 2026.
Data ini disusun berdasarkan rilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Kepala Pelaksana BPBD Banyumas, Dwi Irawan Sukma, mengatakan pemetaan potensi banjir ini menjadi dasar kewaspadaan dini bagi pemerintah daerah dan masyarakat.
"Pemetaan ini penting sebagai langkah antisipasi, mengingat curah hujan diprediksi masih tinggi pada puncak musim hujan," kata Dwi Irawan Sukma.
Dalam rilis tersebut, BPBD Banyumas mencatat wilayah dengan potensi banjir kategori menengah meliputi Kecamatan Ajibarang, Banyumas, Cilongok, Gumelar, Jatilawang, Kalibagor, Kebasen, Kemranjen, Lumbir, Patikraja, Purwojati, Purwokerto Selatan, Rawalo, Sokaraja, Somagede, Sumpiuh, Tambak, dan Wangon.
Sementara itu, wilayah dengan potensi banjir tinggi mencakup Kecamatan Ajibarang, Baturraden, Cilongok, Gumelar, Kedungbanteng, Kembaran, Patikraja, Purwojati, Purwokerto Barat, Purwokerto Selatan, Purwokerto Timur, Purwokerto Utara, Sokaraja, dan Wangon.
Menurut BPBD, potensi banjir di wilayah tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari curah hujan yang tinggi, kondisi daerah aliran sungai (DAS), sistem drainase yang belum optimal, hingga aktivitas manusia di kawasan rawan genangan.
BPBD Banyumas pun mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama yang bermukim di daerah rawan banjir dan longsor, serta segera melaporkan jika menemukan tanda-tanda potensi bencana di lingkungan sekitar. (jti)
| Yuk Nikmati Keseruan River Tubing di Svarga Minapadi Banyumas, Tiket Cuma Rp10 Ribu |
|
|---|
| RESMI, Tarif Retribusi Pasar di Banyumas Turun 57 Persen, Awalnya Kenaikan Capai 300 Persen |
|
|---|
| Peredaran Obat Keras Ilegal di Banyumas Dibongkar, Polisi Temukan 856 Butir di Kamar Kos Rawalo |
|
|---|
| Sapi Kurban Nyelonong ke Hajatan, Tamu Panik Meja Kursi Berantakan di Karanglewas Banyumas |
|
|---|
| Sapi Kurban Presiden dari Banyumas Dibeli Rp128 Juta, Achmad: "Tidak Sia-sia Ngarit" |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260115_Indra-Permanajati.jpg)