Minggu, 7 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Banyumas

Polresta Banyumas Musnahkan 6.000 Botol Miras Hasil Operasi Pekat Selama Ramadan

Polresta Banyumas menyita sekitar 6.000 botol minuman keras dari berbagai wilayah selama operasi penyakit masyarakat (pekat)

Tayang:
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: muslimah
TRIBUN JATENG/Permata Putra Sejati
PEMUSNAHAN MIRAS - Pemusnahan 6.000 botol minuman keras dari berbagai wilayah selama operasi penyakit masyarakat (pekat) yang digelar sepanjang bulan Ramadan, Kamis (12/3/2026). Penindakan terhadap peredaran miras menjadi bagian dari upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat selama Ramadan. 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Polresta Banyumas menyita sekitar 6.000 botol minuman keras dari berbagai wilayah selama operasi penyakit masyarakat (pekat) yang digelar sepanjang bulan Ramadan.

Barang bukti tersebut dimusnahkan dalam apel gelar pasukan yang digelar di halaman Mapolresta Banyumas, Kamis (12/3/2026). 

Kapolresta Banyumas, Kombes Pol Petrus Silalahi, mengatakan penindakan terhadap peredaran miras menjadi bagian dari upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat selama Ramadan.

"Ini bagian dari operasi pekat dan kegiatan rutin agar situasi tetap kondusif selama Ramadan," kata Petrus kepada Tribunbanyumas.com.

Baca juga: Musnahkan 13 Ribu Botol Miras, Polres Batang Siapkan 4.000 Personel Amankan Mudik Lebaran 2026

Selain penindakan miras, Polresta Banyumas juga menyiapkan ratusan personel untuk pengamanan arus mudik dan balik Lebaran 2026.

Sebanyak 822 personel diterjunkan dalam Operasi Ketupat untuk mengamankan berbagai titik strategis di wilayah Banyumas.

Sejumlah pos pengamanan dan pos pelayanan juga telah disiapkan, antara lain di Alun-alun Purwokerto, jalur mudik utama, Stasiun Purwokerto, serta Terminal Bulupitu.

Polisi juga menyiapkan berbagai fasilitas untuk membantu para pemudik, seperti bengkel mobile, layanan medis, derek kendaraan, hingga tempat istirahat.

Selain itu, rekayasa lalu lintas berupa sistem buka tutup arus akan diterapkan jika terjadi lonjakan kendaraan.

Skema tersebut akan difokuskan di wilayah Wangon dan Purwokerto, terutama mengantisipasi kepadatan di Simpang Empat SPBU Ajibarang yang kerap menjadi titik rawan kemacetan.

Petrus mengatakan puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 18 - 20 Maret 2026 atau H-3 Lebaran.

Ia juga mengimbau masyarakat yang akan mudik memastikan kondisi rumah dalam keadaan aman sebelum ditinggalkan.

Warga yang meninggalkan rumah dalam waktu lama diminta melapor ke polsek setempat agar dapat ikut dipantau oleh petugas.

"Sepeda motor dikunci ganda, rumah dipastikan aman, dan saat bepergian jangan memakai aksesoris berlebihan karena bisa memicu kejahatan," ujarnya. (jti) 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved