Berita Banyumas
Polresta Banyumas Musnahkan 6.000 Botol Miras Hasil Operasi Pekat Selama Ramadan
Polresta Banyumas menyita sekitar 6.000 botol minuman keras dari berbagai wilayah selama operasi penyakit masyarakat (pekat)
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Polresta Banyumas menyita sekitar 6.000 botol minuman keras dari berbagai wilayah selama operasi penyakit masyarakat (pekat) yang digelar sepanjang bulan Ramadan.
Barang bukti tersebut dimusnahkan dalam apel gelar pasukan yang digelar di halaman Mapolresta Banyumas, Kamis (12/3/2026).
Kapolresta Banyumas, Kombes Pol Petrus Silalahi, mengatakan penindakan terhadap peredaran miras menjadi bagian dari upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat selama Ramadan.
"Ini bagian dari operasi pekat dan kegiatan rutin agar situasi tetap kondusif selama Ramadan," kata Petrus kepada Tribunbanyumas.com.
Baca juga: Musnahkan 13 Ribu Botol Miras, Polres Batang Siapkan 4.000 Personel Amankan Mudik Lebaran 2026
Selain penindakan miras, Polresta Banyumas juga menyiapkan ratusan personel untuk pengamanan arus mudik dan balik Lebaran 2026.
Sebanyak 822 personel diterjunkan dalam Operasi Ketupat untuk mengamankan berbagai titik strategis di wilayah Banyumas.
Sejumlah pos pengamanan dan pos pelayanan juga telah disiapkan, antara lain di Alun-alun Purwokerto, jalur mudik utama, Stasiun Purwokerto, serta Terminal Bulupitu.
Polisi juga menyiapkan berbagai fasilitas untuk membantu para pemudik, seperti bengkel mobile, layanan medis, derek kendaraan, hingga tempat istirahat.
Selain itu, rekayasa lalu lintas berupa sistem buka tutup arus akan diterapkan jika terjadi lonjakan kendaraan.
Skema tersebut akan difokuskan di wilayah Wangon dan Purwokerto, terutama mengantisipasi kepadatan di Simpang Empat SPBU Ajibarang yang kerap menjadi titik rawan kemacetan.
Petrus mengatakan puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 18 - 20 Maret 2026 atau H-3 Lebaran.
Ia juga mengimbau masyarakat yang akan mudik memastikan kondisi rumah dalam keadaan aman sebelum ditinggalkan.
Warga yang meninggalkan rumah dalam waktu lama diminta melapor ke polsek setempat agar dapat ikut dipantau oleh petugas.
"Sepeda motor dikunci ganda, rumah dipastikan aman, dan saat bepergian jangan memakai aksesoris berlebihan karena bisa memicu kejahatan," ujarnya. (jti)
| Jejak Kemanusiaan Kitty Group di Banyumas, Komunitas Ambulans Unik yang Siap Bergerak Tanpa Pamrih |
|
|---|
| Nasabah Pensiunan Bank Pelat Merah Syok Temukan Aliran Uang Ratusan Juta Masuk-Keluar dalam Sehari |
|
|---|
| Tak Perlu Lagi Jauh-Jauh Dirujuk, Layanan Cathlab RSUD Banyumas Bisa Diakses dengan BPJS Kesehatan |
|
|---|
| Fakta Baru Kasus Mandiri Taspen Purwokerto, Dana Rp1 M Masuk Rekening Pensiunan Lalu Hilang Sehari |
|
|---|
| OJK Buka Jalur Pengaduan Korban Dugaan Investasi Bodong di Purwokerto, Direksi Bank Mantap Dipanggil |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260312_banyumas6.jpg)