Berita Banyumas
May Day, Buruh di Purwokerto Keluhkan Harga Sembako Mahal
May Day atau Hari Buruh menjadi peringatan tahunan yang diperingati setiap tanggal 1 Mei
Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM,PURWOKERTO- May Day atau Hari Buruh menjadi peringatan tahunan yang diperingati setiap tanggal 1 Mei.
Peringatan ini tak hanya diperingati oleh buruh, tetapi juga oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
Sejumlah kegiatan bahkan diadakan untuk merayakan dan menyenangkan para buruh.
Tetapi kesenangan itu tak dirasakan oleh Zaenal (36), seorang buruh di Purwokerto, Kabupaten Banyumas.
Baginya, May Day atau Hari Buruh hanya seremonial dan kesenangan sesaat, tetapi tidak menyelesaikan persoalan ekonomi buruh.
Baca juga: Detik-detik Mobil Kepala Dinas Tabrak Siswa SD Lagi Jajan, 1 Tewas Lainnya Masuk Kolong dan Terbawa
"Saya bimbang tidak tahu harus senang atau sedih. Karena di tengah banyaknya kebutuhan ekonomi, gaji buruh di Banyumas hanya Rp 2,4 juta (UMK, red)," katanya kepada tribunbanyumas.com, Jumat (1/5/2026).
Zaenal mengatakan, besaran UMK tersebut idealnya hanya untuk satu orang, tetapi berat jika untuk menghidupi istri dan anak.
Belum lagi kebutuhan pokok selalu mengalami kenaikan, harga beras Rp 14.500 per kilogram, telur Rp 25 ribu- Rp 27 ribu per kilogram, dan kebutuhan lain.
"Harga kebutuhan trus mengalami kenaikan, tetapi gaji buruh kenaikan dalam setahun bisa dihitung," ungkapnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Banyumas, pengeluaran satu orang dalam sebulan mencapai Rp 1.323.903.
Pengeluaran tersebut untuk kebutuhan makan dan minum serta untuk kebutuhan rumah tangga.
Tetapi belum terhitung untuk biaya kesehatan ataupun pendidikan anak
Kemudian untuk pengangguran terbuka juga masih cukup tinggi, di angka 64.073 jiwa pada tahun 2025.
Mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2024 sebanyak 60.940 jiwa dan tahun 2023 sebanyak 58.727 jiwa.
Beberapa kebutuhan pokok terpantau masih cukup tinggi di moment May Day.
Seorang pedagang, Narsem (63) mengatakan, beberapa kebutuhan yang masih tinggi seperti gula pasir Rp 18 ribu per kilogram dan minyak Rp 23 ribu per liter.
Sedangkan untuk telur Rp 24.500 per kilogram dan beras Rp 14.500 per kilogram.
"Yang sedang dikeluhkan minyak goreng, pembeli pada komplain. Kenapa harganya mahal," ungkapnya. (fba)
| May Day di Alun-alun Purwokerto, Polresta Banyumas Siagakan Personel Sejak Pagi |
|
|---|
| Pedagang Sembako di Purwokerto Heran Minyak Bersubsidi Langka Usai Harga Minyak Goreng Mahal |
|
|---|
| Harga Minyak Goreng di Pasar Purwokerto Naik, Tembus Rp 23 Ribu per Liter |
|
|---|
| Miris! Warga Banyumas Ternyata Lebih Pilih Merokok Daripada Belanja Telur dan Daging |
|
|---|
| Nabung Rp 5.000 Sehari, Penjual Peyek di Purwokerto Ini Akhirnya Berangkat Haji Bersama Suami |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260501_BANYJMAS5.jpg)