Berita Banyumas
30 Pikap Mahindra Dilepas ke Desa, Banyumas Tancap Gas Jalankan KDMP
Sebanyak 30 unit mobil pick up Mahindra 4x4 resmi dilepas dan didistribusikan untuk mendukung operasional Koperasi
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: muh radlis
Menurutnya, kendaraan tersebut memiliki mesin yang kuat serta material pelat yang tebal, sehingga tangguh digunakan sebagai angkutan hasil pertanian.
"Mesinnya kuat, pelatnya tebal, sangat cocok untuk angkutan pertanian," ujarnya.
Terkait program Koperasi Desa Merah Putih, Sadewo berharap pengelolaan koperasi dapat dilakukan secara profesional.
Ia menyebut dalam struktur KDMP terdapat koordinator yang bertugas mengawasi sekaligus membantu manajemen koperasi.
"Saya yakin kalau dikelola profesional, dengan adanya koordinator yang mengawasi dan membantu manajemen, koperasi ini bisa berjalan dengan baik," katanya.
Ia juga optimistis program ini dapat berjalan optimal di Banyumas.
Dengan jumlah 331 desa dan kelurahan, bahkan di beberapa wilayah terdapat lebih dari satu koperasi, total KDMP yang direncanakan mencapai sekitar 335 unit.
Dari sisi pemerintah daerah, Sadewo menegaskan Pemkab Banyumas memberikan dukungan penuh terhadap program tersebut, mengingat KDMP merupakan bagian dari proyek strategis nasional.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah kendala di lapangan, terutama terkait ketersediaan lahan di beberapa desa.
Sebagian lahan yang ada masuk dalam kategori Lahan Sawah Dilindungi (LSD) dan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).
"Memang ada tantangan, terutama soal lahan.
Tapi kami optimistis bisa diselesaikan melalui koordinasi dan pembahasan bersama," ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Sadewo juga membagikan pengalamannya terkait kendaraan produksi India.
Ia mengaku pernah memiliki mobil pick up merek Tata pada tahun 2016 - 2017.
Menurutnya, kendaraan tersebut memiliki mesin yang cukup kasar, namun sangat kuat dari segi bodi.
| Ubah Pola Lapor Korban Penipuan Keuangan, OJK Ajak Masyarakat Tinggalkan Cara Lama ke Polisi |
|
|---|
| Ini yang Dimiliki Banyumas Tapi Tak Ada di Daerah Lain hingga Bisa Rebut Proyek Nasional |
|
|---|
| ASN Banyumas Berpeluang Dimutasi Antar Daerah, Aplikasi Slamet Jadi Gerbang Integrasi Nasional |
|
|---|
| Pemkab Banyumas Siapkan SDM Terampil Sambut Peluang Kerja ke Jerman, Gaji Perawat Tembus Rp50 Juta |
|
|---|
| Bidik Pasar Eropa, Pemkab Banyumas Siapkan BLK Khusus untuk Tembus Pasar Jerman |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260506_Mahindra.jpg)