Minggu, 17 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Banyumas

Sadewo Minta KDMP Banyumas Dikelola Profesional, Ingatkan Risiko Simpan Pinjam

Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono meminta pengelolaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP)

Tayang:
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/Permata Putra Sejati
OPERASIONALISASI KDMP - Bupati Sadewo saat peresmian operasionalisasi KDMP, di Desa Kaliori, Kecamatan Kalibagor, Banyumas, Sabtu (16/5/2026). Sadewo mengingatkan agar koperasi tidak terlalu fokus pada sektor simpan pinjam karena dinilai berpotensi menimbulkan persoalan pengembalian pinjaman. 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono meminta pengelolaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Banyumas dilakukan secara profesional agar benar-benar mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa.


Menurut Sadewo, pemerintah daerah menaruh harapan besar terhadap keberadaan KDMP yang kini mulai beroperasi di sejumlah desa, termasuk di Desa Kaliori, Kecamatan Kalibagor.


"KDMP agar dapat menjadi motor penggerak dan ke depan dijalankan secara profesional," kata Sadewo kepada Tribunbanyumas.com, saat peresmian operasionalisasi KDMP, di Desa Kaliori, Kecamatan Kalibagor, Banyumas, Sabtu (16/5/2026).


Ia mengatakan, saat ini terdapat 172 titik KDMP yang dibangun di Kabupaten Banyumas


Dari jumlah tersebut, sebanyak 89 titik telah selesai 100 persen, sedangkan 83 titik lainnya masih dalam proses pembangunan.


"Kalau targetnya ya mungkin sesuai jumlah tiga kurang 301 desa dan 30 kelurahan," ujarnya.


Sadewo menjelaskan, sejumlah titik yang belum menunjukkan progres pembangunan masih terkendala persoalan lahan.

Baca juga: Detik-detik Kapal Wisata Bahari Pantai Bandengan Jepara Tersambar Petir, Nahkoda Tewas


"Yang belum ada progres pembangunan belum ada masalah, karena titiknya itu ada di LSD. 


Sedangkan kita upayakan mudah-mudahan clear. Ini proyek strategis nasional, kita harus sukseskan bersama-sama," katanya.


Selain itu, Pemkab Banyumas juga telah menyalurkan sekitar 30 kendaraan operasional berupa truk dan mobil pikap untuk mendukung aktivitas KDMP di desa-desa.


Namun demikian, Sadewo mengingatkan agar koperasi tidak terlalu fokus pada sektor simpan pinjam karena dinilai berpotensi menimbulkan persoalan pengembalian pinjaman.


"Saya yakin itu berjalan. 


Cuma satu, kalau menjadi simpan pinjamnya berbahaya. 


Mudah-mudahan KDMP di Banyumas tidak usah simpan pinjam lah," katanya.


"Nanti biasanya mau pinjam ndak mau simpan dan mau pinjam tidak mau mengembalikan," tambahnya.


Ia juga meminta adanya pengawasan dan pendampingan profesional terhadap pengelolaan koperasi di desa-desa.


"Saya minta agar ada pengawasan dan pendampingan dari orang koperasi yang profesional dari pusat. 


Kalau perlu di satu kabupaten ada induk koperasinya. 


Mereka mengawasi koperasi-koperasi yang ada di desa-desa," ujarnya.


Sementara itu, Bidang Keanggotaan KDMP Kaliori, Joko Wasisno mengatakan saat ini layanan yang baru siap beroperasi di KDMP Kaliori baru supermarket.


Sedangkan fasilitas lain seperti klinik kesehatan dan apotek masih dalam tahap persiapan.


"Sementara ini yang baru siap supermarketnya. 


Untuk layanan kesehatan seperti klinik dan apotek masih dalam proses persiapan," ujar Joko.


Selain supermarket, pihak pengelola juga berencana mengembangkan layanan simpan pinjam dan berbagai unit usaha berbasis potensi lokal masyarakat.


"Ke depannya masih ada usaha-usaha lain, tetapi saat ini masih dalam tahap perintisan," katanya.


Menurut Joko, salah satu potensi usaha yang disiapkan ialah pengolahan hasil bumi warga seperti ubi ungu dan komoditas pertanian lainnya.


"Kalau nanti petani sudah mulai produksi, salah satunya ubi ungu yang bentuknya lonjong itu. Selain itu mungkin juga hasil-hasil bumi lainnya," jelasnya.


Ia mengatakan, saat ini pengurus koperasi telah menyiapkan sumber daya manusia untuk mendukung operasional awal KDMP.


"Yang di dalam sudah ada asisten manajer, bagian keuangan, pelayanan, termasuk kasir juga sudah ada," ujarnya.


Namun aplikasi transaksi digital toko masih belum dapat digunakan karena masih menunggu kesiapan sistem dari Agrinas.


"Aplikasinya masih belum ready. Itu aplikasi dari Agrinas untuk proses transaksi jual beli di toko," katanya.


Dalam pengelolaannya, KDMP Kaliori memiliki lima pengurus inti yang terdiri dari ketua, bendahara, sekretaris, bidang usaha, dan bidang keanggotaan.


Untuk menjadi anggota, warga dikenakan iuran pokok Rp50 ribu sekali bayar dan iuran wajib Rp10 ribu setiap bulan.


"Iuran pokok Rp50 ribu sekali bayar. 


Iuran wajib Rp10 ribu setiap bulan per anggota," jelasnya.


Saat ini jumlah anggota koperasi telah mencapai lebih dari 100 orang yang seluruhnya berasal dari warga sekitar Desa Kaliori.


"Anggotanya warga sini semua. Sekarang sudah sekitar 100 lebih anggota," katanya.


Di sisi lain, Danrem 071/Wijayakusuma Lukman Hakim mengatakan pembangunan KDMP di wilayah Banyumas terus dipercepat.


Dari total 172 titik KDMP yang dibangun, sebanyak 83 titik telah selesai 100 persen dan 41 titik resmi diluncurkan operasionalisasinya pada Sabtu ini.


"Hari ini ikut peresmian operasionalisasi 1061 seluruh Indonesia. Khususnya wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah. 


Untuk Kabupaten Banyumas pada hari ini ada 41 titik yang sama-sama diresmikan untuk operasionalisasi kegiatan KDMP," katanya.


Ia menargetkan seluruh pembangunan KDMP di Banyumas dapat selesai pada akhir Juli 2026.


"Target akhir Juli ini sudah selesai semua 172. Plus ada beberapa yang masih tahap pencarian lahan. Kalau dapat lagi kita akan tambah lagi," ujarnya.


Menurut Lukman Hakim, di wilayah Korem 071 yang meliputi 11 kabupaten/kota saat ini terdapat 1.504 KDMP yang dibangun dan sebanyak 809 titik telah selesai 100 persen.


"Harapannya nanti seluruh wilayah Korem ini pada akhir Juli sudah selesai semua," katanya.


Ia berharap KDMP yang telah lebih dahulu beroperasi dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain.


"Yang sudah mendahului ini menjadi pionir dan menjadi contoh bagi yang lain. 


Sehingga wilayah desa lain melihat bahwa itu sudah operasional dan bagus," ujarnya. (jti) 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved