Senin, 4 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tribun Jateng Hari Ini

Menkeu Purbaya Diminta Hati-hati Keluarkan Pernyataan ke Publik

Menkeu Purbaya diminta berhati-hati mengeluarkan pernyataan, karena akan dicatat oleh investor, dan dinilai sebagai bagian dari kebijakan pemerintah.

Tayang:
Editor: Vito
Dok. LPS
Menteri Keuangan (menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Ekonom Universitas Paramadina Wijayanto Samirin menyarankan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, agar berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan kepada publik.

Sebab, menurut dia, orasi Menkeu Purbaya akan dicatat oleh investor. Pernyataan Menkeu juga dinilai sebagai bagian dari kebijakan pemerintah.

"Joke tidak pada tempatnya akan merugikan. Jangan over promise, over confidence, over simplistic. Manfaatkan tiga wakil menteri dengan baik," ujarnya, dalam acara Seminar Publik 'Reshuffle Menyembuhkan Ekonomi?' secara virtual, Rabu (10/9).

Wijayanto juga meminta Menkeu Purbaya agar berani menerapkan disiplin fiskal. Menurutnya, refocusing anggaran APBN 2026 perlu dilakukan, karena saat ini banyak alokasi yang tidak tepat.

"Asumsi penerimaan terlalu agresif, dan asumsi pengeluaran agak kurang proper, terutama pemangkasan transfer ke daerah. Karena belum dipangkas saja daerah-daerah sudah menaikkan pajak PBB sesuka hati," tuturnya.

Selain itu, Menkeu Purbaya disebut perlu memperbaiki manajemen utang, sekaligus mendorong underground economy (UE) yang saat ini sudah mencapai 23,6 persen.

Bahkan, Wijayanto menyebut, underground economy akan merusak industri domestik karena produsen-produsen legal akan mati.

"Jadi hampir seperempat GDP kita adalah UE. Seperti barang masuk via illegal, barang tidak kena pajak illegal, narkoba dll," tuturnya.

"Kalau UE bisa diconversi dengan legal economy, maka bisa dibayangkan peningkatan rasio pajak 10 persen saja sudah sangat membantu," sambungnya.

Adapun, Anggota Komisi XI DPR Amin Ak menyebut, kemampuan Purbaya Yudhi Sadewa menyetabilkan pasar yang bergejolak akan terlihat di 100 hari pertama dia bekerja sebagai Menkeu.

Menurut dia, satu tantangan awal Purbaya adalah merespons reaksi pasar dan komunitas ekonomi. Ia mencontohkan, nilai tukar rupiah dan IHSG sempat tertekan, yang menandakan kepercayaan investor harus segera dipulihkan.

“Stabilitas pasar akan sangat ditentukan oleh 100 hari pertama Purbaya. Tugas utamanya adalah membangun kredibilitas, menjaga disiplin fiskal, sekaligus menghadirkan kebijakan yang adil dan menenangkan publik,” katanya.

Amin menilai, Purbaya punya kapasitas menjalankan tugas barunya sebagai Menkeu. Namun, ia menekankan pentingnya adaptasi cepat, serta konsolidasi dengan birokrasi di Kemenkeu.

“Saya percaya Pak Purbaya punya kapabilitas sebagai Menteri Keuangan. Saya berharap beliau segera beradaptasi dan berkonsolidasi dengan birokrasi di Kemenkeu agar bisa bekerja lebih cepat," ucapnya.

"Dengan beban pekerjaan yang begitu berat, akan lebih baik berbagi beban tiga orang Wamenkeu sekaligus menciptakan kader mumpuni dalam mengelola keuangan negara,” sambungnya.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved