Selasa, 5 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tribun Jateng Hari Ini

Prabowo-Trump bakal Berunding Lagi soal Tarif Impor RI

Prabowo diagendakan melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden AS Donald Trump untuk membahas penguatan hubungan Indonesia dan AS.

Tayang:
Editor: Vito
YouTube Sekretariat Presiden
Presiden Prabowo Subianto 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto telah terbang ke Amerika Serikat (AS) untuk menjalani serangkaian agenda, satu di antaranya negosiasi tarif impor bagi Indonesia.

Melalui Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Senin (16/2), Prabowo ditemani Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, terbang ke Washington DC.

Prabowo diagendakan melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden AS Donald Trump untuk membahas penguatan hubungan Indonesia dan AS, serta kerja sama strategis di berbagai bidang.

Satu agenda yang akan dihadiri presiden yakni penandatanganan Agreement on Reciprocal Tariff atau tarif impor yang ditetapkan Trump.

Sehari sebelum Prabowo ke Amerika, sejumlah menteri terkait ekonomi dipanggil ke Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (15/2) sore.

Tampak hadir Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Investasi Rosan Roeslani, dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.

Presiden Prabowo dan anak buahnya di Kabinet Merah Putih tampak berdiskusi di meja bundar. Mereka duduk setengah lingkaran menghadap Prabowo sembari membawa catatan masing-masing.

Dalam pertemuan itu, Prabowo menegaskan beberapa hal, yakni memastikan posisi yang diambil Indonesia dalam setiap perundingan ekonomi dengan siapapun, khususnya dalam waktu dekat dengan AS adalah yang terbaik dan paling menguntungkan untuk Indonesia.

Presiden menginginkan perundingan harus sebanyak-banyaknya meningkatkan produktivitas industri dalam negeri serta memperkuat global supply chain atau rantai pasok industri.

"Presiden Prabowo menginginkan setiap kebijakan yang diambil harus segera dan sebanyak mungkin memberi keuntungan konkret untuk Indonesia," tulis postingan Instagram sekretariat.kabinet.

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bersama tim telah bekerja keras dalam proses negosiasi tarif tersebut.

"Saya kira Pak Airlangga sudah kerja keras dengan tim. Saya lihat ada masalah kecil-kecil, tapi saya kira oke kemarin," tutur Luhut, baru-baru ini.

Ia pun menyoroti hubungan personal antara Presiden Prabowo dan Presiden AS Donald Trump yang dinilai cukup baik. Kedekatan itu, menurutnya, bisa menjadi faktor pendukung dalam pembicaraan lanjutan di Gedung Putih.

"Saya lihat hubungan Presiden (Prabowo-Red) dengan Presiden Trump sangat baik. Jadi biarlah mereka berdua nanti bicara di White House," ujarnya.

Bahkan, Luhut tidak menutup kemungkinan adanya dinamika dalam pembahasan akhir. Ia berkelakar bahwa bukan tidak mungkin tarif 19 persen yang telah disepakati masih bisa berubah, mengingat gaya kepemimpinan Trump yang dikenal cepat dalam mengambil keputusan.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved