Senin, 11 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tribun Jateng Hari Ini

Pertamax pun kini Disubsidi demi Antisipasi Migrasi ke Pertalite

Jika harga Pertamax terus dinaikkan mengikuti tren global, masyarakat dikhawatirkan beralih ke produk subsisi, yakni Pertalite.

Tayang:
Editor: Vito
istimewa
PERTAMAX - Seorang pemudik mengisi BBM jenis Pertamax di sebuah SPBU. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - PT Pertamina (Persero) belum menaikkan harga BBM non-subsidi jenis Pertamax (RON 92) di tengah lonjakan tajam harga minyak mentah dan produk BBM di pasar internasional.

Hingga saat ini, harga Pertamax masih dipatok senilai Rp 12.300 per liter. Nominal tersebut tercatat tidak mengalami perubahan sejak penyesuaian terakhir pada 1 April 2026.

Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun mengatakan, keputusan itu merupakan langkah strategis untuk menjaga akses masyarakat terhadap bahan bakar berkualitas. 

Menurut dia, hal itu juga bertujuan agar konsumsi kelompok menengah tidak tertekan oleh gejolak harga energi.

"Kebijakan tersebut ditempuh untuk menjaga daya beli masyarakat serta stabilitas ekonomi domestik," katanya, Minggu (10/5).

Ia berujar, pemerintah telah merancang skema subsidi energi yang didasarkan pada pola konsumsi riil di lapangan.

Fokus utama subsidi diberikan pada Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP), yakni Pertalite, yang menyumbang volume konsumsi terbesar secara nasional.

Sementara, Pertamax diposisikan sebagai bahan bakar bagi kalangan masyarakat menengah. Jika harganya terus dinaikkan mengikuti tren global, masyarakat dikhawatirkan akan kesulitan menjangkau BBM dengan oktan yang lebih baik dan beralih ke produk subsidi.

"Pertamax masih menjadi BBM yang digunakan kalangan masyarakat menengah, berbeda dengan produk seperti Pertamax Turbo yang lebih menyasar segmen menengah atas," jelasnya.

Apabila mengikuti mekanisme pasar sepenuhnya, Roberth menuturkan, banderol Pertamax diprediksi akan jauh lebih tinggi dari angka yang berlaku sekarang.

Hal itu seperti harga Pertamax Turbo (RON 98) saat ini yang telah menyentuh level Rp 19.900 per liter. "Maka bisa dikira-kira ya harga Pertamax berapa estimasi semestinya?" ujarnya.

Ia mengakui adanya gap yang semakin lebar antara harga jual eceran dengan harga keekonomian Pertamax, yang diperkirakan mencapai Rp 17.000. 

Sementara berkait dengan beban subsidi untuk Pertalite yang saat ini dijual Rp 10.000 per liter namun harga keekonomiannya mencapai Rp 16.088 per liter, Roberth menyebut nilainya sangat fluktuatif.

Hal itu dipengaruhi kurs rupiah yang menyentuh Rp 17.300 per dolar AS serta iklim geopolitik global.

"Untuk Pertalite akan mengikuti perkembangan harga ya, karena dengan adanya kondisi geopolitik, angka subsidi ini terus bergerak. Sementara untuk Pertamax sementara ditanggung Pertamina, dan diganti oleh pemerintah melalui Menteri Keuangan," terangnya.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved