Tribun Jateng Hari Ini
Mendag Minta Bos BGN Serap Telur saat Harga Anjlok
Harga telur di tingkat peternak anjlok, dan peternak mengeluh rugi karena harga pakan yang makin mahal.
TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso meminta Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang segera turun tangan menyerap telur produksi peternak yang kini over produksi untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurut dia, stok telur ayam di dalam negeri saat ini sedang surplus hingga 12 persen. "Kemarin ada beberapa daerah ya, terutama di Jawa Timur, di Blitar itu harga telur itu kan turun," katanya, saat jumpa pers di Kantor Kemendag, Jakarta, Kamis (4/6).
Budi menuturkan, upaya itu diharapkan bisa membuat harga telur ayam kembali melonjak atau minimal mendekati Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan berkisar antara Rp28.000 hingga Rp30.000 per kilogram.
Seperti diketahui, produksi telur saat ini melimpah namun tidak diimbangi dengan harga jual yang memadai. Harga telur di tingkat peternak anjlok, dan peternak mengeluh rugi karena harga pakan yang makin mahal.
Para peternak di Blitar, Jawa Timur, satu sentra produksi telur nasional, menggelar aksi dengan membagikan telur kepada masyarakat.
"Karena produksi (telur) tadi naik kan kita surplus 12 persen dari pertanian. Nah kemarin kami sudah komunikasi dengan kepala MBG, Ibu Nanik, bahwa telur tadi akan diserap oleh para SPPG. Ini kan berarti bisa mendekati harga HET," bebernya.
Selain diserap melalui program MBG, Budi juga berharap agar telur dimasukkan dalam komponen bantuan pangan, karena telur ayam bisa menjadi substitusi untuk bahan pokok seperti minyak goreng atau beras.
"Maka bantuan pangan tidak mesti Minyakita atau beras, tapi bisa juga telur. Jadi ini dalam rangka menyerap produk-produk makanan kita atau produk bahan pokok kita yang memang produksinya sekarang nambah," ucapnya.
Budi juga telah mengarahkan kepada Kepala BGN yang baru untuk segera menyerap bahan pangan lain apabila harga jualnya mulai anjlok. seperti ayam negeri atau ayam kampung.
Apabila harga ayam sudah mulai turun dari HET, dia menambahkan, BGN wajib menyerapnya untuk program MBG agar harga tersebut bisa kembali meningkat.
"Tidak hanya telur, jadi kebutuhan bahan pokok seperti misalnya ikan, misalnya ayam. Daging ayam apabila harga turun di bawah HET, maka BGN juga akan kami minta untuk menyerap di SPPG. Jadi tadi kesepakatannya itu saja," jelasnya. (Tribunnews/Rizki Sandi Saputra)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/telur-ayam-di-kota-semarang.jpg)