Rabu, 27 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Blora

Pedagang Buka-bukaan Bongkar Minus e-Parkir Pasar Sido Makmur Blora, Ini Kata Mereka

Pedagang Pasar Sido Makmur Blora yang memiliki kartu member parkir bulanan minta dibuatkan pintu keluar khusus.

Tayang:
Penulis: M Iqbal Shukri | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/M Iqbal Shukri
KELUHAN PEDAGANG - Suasana pintu keluar Pasar Sido Makmur Blora, Rabu (4/2/2026). Pedagang pasar mengeluh adanya sistem e-Parkir. Mereka meminta dibuatkan pintu khusus pedagang yang sudah menjadi member. 

TRIBUNJATENG.COM, BLORA - Pedagang Pasar Sido Makmur Blora mengeluhkan sistem e-Parkir.

Utamanya hal ini terkait antrean di pintu keluar yang cukup panjang.

Pedagang Pasar Sido Makmur Blora, Sohib pun meminta agar khusus bagi pedagang yang memiliki kartu member parkir bulanan untuk dibuatkan pintu keluar khusus.

Baca juga: Pendapatan e-Parkir di Pasar Sido Makmur Blora Tembus Rp10 Juta per Hari, Naik 10 Kali Lipat!

"Biasanya kami para pedagang ingin cepat. Soalnya sistemnya di sini banyak konsumen yang pakai sistem delivery."

"Jadi biar cepat, kami minta dibuatkan pintu khusus member."

"Karena ketika ramai sering antre panjang, sehingga kami tidak bisa mengantar barang dagangan secara cepat," jelas pedagang sembako tersebut, Rabu (4/2/2026).

Menurutnya, seringkali lantaran pintu keluar jadi satu antara yang member e-Parkir dengan non member, membuat dirinya sering telat mengirim barang ke konsumen.

"Kami berharap agar dibuatkan pintu keluar khusus member. Jadi biar lebih cepat," ujarnya.

Sohib menyebut, sebelumnya juga mesin palang pintu e-Parkir sempat ada kendala, trouble. 

"Kalau dulunya sering-sering kendala, pintu atau mesin palangnya rusak, error, enggak dapat dipergunakan itu sering."

"Tapi akhir-akhir ini sudah baik, sudah diperbaiki, terus akhir-akhir ini sudah lancar lagi," jelasnya.

Baca juga: PAD Sektor Parkir di Pasar Sido Makmur Blora Naik 800 Persen, Karena Inikah?

Pihaknya juga menyampaikan dampak penerapan e-Parkir sangat dirasakan oleh para pedagang yang berjualan makanan matang dan minuman.

"Karena kadang ada orang yang beli es teh Rp3.000, sementara bayarnya Rp2.000, jadi sudah Rp5.000."

"Jadi mereka pikir-pikir lagi mau beli di pasar atau tidak."

"Yang kena imbasnya penjual makanan dan minuman," jelasnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh pedagang lain, Rita.

Rita mengeluhkan sejak penerapan e-Parkir, penataan motor semarawut, tidak rapi.

"Kalau dulu ada yang menata motor, jadi parkir rapi. Kalau sekarang enggak ada yang menata, padahal sudah bayar parkir," paparnya. (*)

Baca juga: Sopir Ambulans di Semarang Kena Prank, Ordernya Jemput Pasien Malah Disuruh Menagih Utang

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved