Berita Blora
Nasib Tunjangan Hari Raya PPPK Paruh Waktu di Blora Masih Dikaji
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora telah menyiapkan anggaran untuk pemberian Tunjangan Hari Raya (THR)
Penulis: M Iqbal Shukri | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, BLORA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora telah menyiapkan anggaran untuk pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) di Blora.
Bupati Blora, Arief Rohman, mengatakan untuk THR, masih menunggu regulasi yang ada.
"Ya tadi saya sudah cek ke BPPKAD, intinya nanti nunggu regulasi ya, aturannya seperti apa. Tentunya kita melangkah sesuai dengan aturan atau regulasi yang ada."
"Tapi dari sisi kesiapan anggaran ternyata sudah dianggarkan. Kan itu satu kali gaji pokok ya, kalau dari 11.000 ASN ya mungkin anggarannya untuk THR sekitar Rp 50 Miliar an.
Untuk totalnya lebih detail bisa ditanya itu BPPKAD," jelasnya, Kamis (26/2/2026).
Lebih lanjut, pihaknya menyampaikan bahwa THR akan diberikan menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Sementara itu, untuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu, Bupati Arief belum bisa memastikan apakah akan dapat THR atau tidak.
Baca juga: Mengenal Kratom, Daun Asli Indonesia yang Mengandung Zat Psikoaktif Nyaris Diselundupkan ke India
"Kalau seperti PPPK paruh waktu nanti sedang dicek apakah ada ketentuan dapat atau tidak ya."
"Kalau memang tidak dapat ya, tentunya kami minta OPD yang ada PPPK paruh waktu, itu ada saling bantu atau seperti apa, biar mereka dapat juga."
"Tapi nanti polanya seperti apa akan kita koordinasikan dengan OPD yang ada PPPK paruh waktu," terangnya.
Bupati Arief mengatakan jumlah PPPK paruh waktu di Blora tidak banyak.
"Untuk PPPK paruh waktu kita kan enggak terlalu banyak ya, sekitar enggak sampai 100, hanya puluhan kalau tidak salah, nanti saya cek lagi," paparnya.(Iqs)
tribunjateng.com
Blora Sesarengan
Ramadan
Ramadan 2026
ramadan 1447 h
Tunjangan Hari Raya
Muh Radlis
THR
M Iqbal Shukri
| PKL Alun-alun Blora Tolak Relokasi, Begini Rencana Bupati Arief Rohman |
|
|---|
| Pedagang Alun-alun Blora Tolak Relokasi, Khawatir Dagangan Tak Laku di Tempat Baru |
|
|---|
| 79 Ribu Unit RTLH di Blora Belum Tertangani, Dinrumkimhub Sebut Butuh Puluhan Tahun untuk Tuntaskan |
|
|---|
| Viral Kasus Kucing Mintel di Blora, Korban Tolak Damai: “Saya Tidak Aman” |
|
|---|
| Diduga Tidak Bisa Berenang, Bocah 10 Tahun di Blora Tewas Tenggelam di Embung Balong Kunduran |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260226_Arief-Rohman-2.jpg)