Berita Blora
Bupati Blora Datang ke Nglebak, Warga Bantah Cuma Ngonten: Bawa Bantuan dan Janji Perbaiki Jalan
Kedatangan Bupati Blora ke Desa Nglebak, Kecamatan Kradenan, Rabu (18/3/2026) lalu, sempat menjadi perbincangan di media sosial.
Penulis: M Iqbal Shukri | Editor: M Syofri Kurniawan
TRIBUNJATENG.COM, BLORA - Kedatangan Bupati Blora, Arief Rohman, ke Desa Nglebak, Kecamatan Kradenan, pada Rabu (18/3/2026) lalu, sempat menjadi perbincangan di media sosial.
Bupati Arief Rohman dinilai hanya sekadar ikut nimbrung membuat konten, usai viralnya aksi warga membangun jalan dengan cara iuran swadaya.
Namun, warga setempat membantah anggapan bahwa kunjungan tersebut sekadar untuk membuat konten.
Baca juga: Tiket Rp15 Ribu, Goa Terawang Ecopark Blora Targetkan 20 Ribu Pengunjung Saat Momen Lebaran
Kepala Desa Nglebak, Eko Puryono, menegaskan bahwa kehadiran Bupati Arief justru membawa bantuan nyata bagi pembangunan jalan di wilayahnya.
"Pak Bupati datang ke sini diundang oleh pemerintah desa Nglebak, dan beliau juga membawa bantuan. Ada bantuan semen, kemudian material grosok yang digunakan untuk perbaikan jalan,” katanya, saat ditemui, Selasa (24/3/2026).
Lebih lanjut, Eko menegaskan, narasi yang berkembang di media sosial tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.
"Kalau masyarakat Nglebak itu pastinya senang Pak Bupati datang ke sini. Baru kali ini Pak Bupati mau datang ke sini."
"Di media sosial itu cuma diplintir, aslinya di sini Pak Bupati bawa angin segar kok, enggak seperti di medsos-medsos itu," terangnya.
Selain itu, Eko menyampaikan bahwa Bupati Arief saat berada dihadapan warga Nglebak, juga menjanjikan kelanjutan pembangunan melalui anggaran pada 2026 perubahan atau paling lambat 2027.
"Dijanjikan sama beliau Pak Bupati, nanti kalau ada anggaran 2026 perubahan nanti bisa direalisasi. Kalau belum bisa di perubahan 2026, nanti 2027 dianggarkan untuk ruas Nglebak sampai Megeri sekitar 7 kilometer,” katanya.
Warga perbaiki jalan dengan iuran
Terlepas dari kontroversi kunjungan Bupati Blora Arief Rohman tersebut, tersimpan cerita panjang tentang warga berinisiatif iuran demi bisa merasakan jalan bagus.
Berada di wilayah perbatasan Blora (Jawa Tengah) –Ngawi (Jawa Timur), Desa Nglebak tersebut selama ini dinilai kurang tersentuh pembangunan, terutama infrastruktur jalan.
Padahal, jalan yang diperbaiki dengan iuran warga itu merupakan jalan kabupaten. Namun, kondisinya rusak dan menyulitkan aktivitas warga.
Mayoritas penduduk Nglebak berprofesi sebagai petani. Jalan menjadi akses utama untuk mengangkut hasil panen seperti padi, jagung, dan tebu.
| Sudah Dua Periode Menjabat, Abdul Hakim Dorong Estafet Kepemimpinan di PKB Blora Dipegang Anak Muda |
|
|---|
| Banyak Korban Bullying dari Sekolah Formal Pindah ke SKB Blora, Ini Upaya Pemulihannya |
|
|---|
| Dilema di Balik Kriuk Kerupuk Kedungjenar Blora, Ketika Ukuran Mengecil Karena Bahan Baku Mahal |
|
|---|
| Tebang Pilih Kasus ASN Blora: Oknum Guru Genit Dicopot, 2 Kepala Puskesmas Selingkuh Masih Berkuasa |
|
|---|
| Ribuan Peserta BPJS PBI di Blora Masih Berstatus Nonaktif, DPRD Usul SKTM |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260324_jalan-diperbaiki-secara-swadaya.jpg)