Minggu, 12 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Brebes

Sadar Pajak, Bapenda Brebes Terima Lonjakan Wajib Pajak Pasca Libur Lebaran

Sepekan pasca libur panjang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Brebes menerima lonjakan wajib pajak.

Penulis: Wahyu Nur Kholik | Editor: raka f pujangga
TRIBUN JATENG/Dok Bapenda Brebes
LONJAKAN PAJAM - Bapenda Brebes menerima lonjakan wajih pajak pasca libur lebaran Idulfitri. 

TRIBUNJATENG.COM, BREBES - Sepekan pasca libur panjang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Brebes menerima lonjakan wajib pajak.

Sepekan terahir di kantor Bapenda Brebes mulai ramai.

Bahkan, wajib pajak berdatangan untuk mengurus berbagai keperluan administrasi.

Baca juga: Pemkab Kebumen Gratiskan Bayar PBB Terhadap 159 Ribu Wajib Pajak

Kepala Bapenda Brebes, Anna Dwi Rahayuning Rizky, mengatakan masa libur bukan sekadar jeda dari rutinitas, tetapi juga ruang untuk memulihkan energi.

Ia menilai momen Lebaran memberi dampak positif terhadap kualitas pelayanan setelahnya.

“Setelah libur, kami kembali dengan semangat yang diperbarui. Ini penting agar pelayanan kepada masyarakat tetap optimal, bahkan bisa lebih baik dari sebelumnya,” ujarnya Senin 30 Maret 2026.

Anna menyebut, penyesuaian jadwal operasional selama periode Nyepi dan Idulfitri telah dirancang jauh hari.

Tujuannya bukan hanya menghormati hari besar keagamaan, tetapi juga menjaga keseimbangan antara tuntutan pelayanan publik dan kebutuhan personal pegawai.

Hasilnya mulai terlihat pada hari pertama layanan dibuka. Meski sempat terjadi peningkatan jumlah kunjungan, antrean relatif terkendali.

Petugas terlihat sigap mengarahkan wajib pajak, sementara sistem pelayanan berjalan normal tanpa gangguan berarti.

Beberapa warga mengaku merasa terbantu dengan kesiapan petugas. Mereka menilai pelayanan pascalibur justru terasa lebih cepat dan responsif.

Anna menegaskan bahwa pihaknya telah mengantisipasi lonjakan wajib pajak dengan memastikan seluruh perangkat pendukung, baik sumber daya manusia maupun sistem, dalam kondisi siap pakai sejak hari pertama operasional.

“Kami tidak ingin masyarakat mengalami kendala setelah libur panjang. Karena itu, semua kami siapkan, termasuk kesiapan petugas di lapangan,” kata dia.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa pelayanan publik tidak semata soal prosedur administratif, tetapi juga soal kehadiran negara dalam melayani warganya dengan sikap humanis.

Momentum Lebaran, kata dia, menjadi pengingat pentingnya nilai empati dalam pelayanan.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved