Kamis, 9 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Brebes

Dinkesda Minta Seluruh Rumah Sakit di Brebes Siaga Hadapi KLB

Dinkesda Brebes menekankan pentingnya perubahan pola pikir tenaga kesehatan dalam menjalankan fungsi surveilans.

Penulis: Wahyu Nur Kholik | Editor: raka f pujangga
TRIBUN JATENG/Dok Dinkesda Brebes
MEMBERI ARAHAN - Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2) Dinkesda Brebes dr. Ign. Adhi Pujo Astowo memberikan arahan kepada perwakilan rumah sakit pada Rabu (8/4/2026). 

TRIBUNJATENG.COM, BREBES – Dalam upaya meningkatkan kualitas pemantauan penyakit dan kesiapsiagaan terhadap potensi Kejadian Luar Biasa (KLB), Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes menggelar Pertemuan Surveilans AFP dan PD3I serta SKDR (Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon) pada Rabu 8 April 2026 di Aula Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes.

Kegiatan itu melibatkan peserta dari seluruh rumah sakit se-Kabupaten Brebes.

Baca juga: Alarm Merah Kasus Campak, Pemkab Brebes Tetapkan Status KLB

Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2), dr. Ign. Adhi Pujo Astowo.

Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya perubahan pola pikir tenaga kesehatan dalam menjalankan fungsi surveilans.

“Sebagai petugas surveilans, kita harus mampu berpikir lebih luas, bukan hanya sebagai klinisi atau dokter yang fokus pada pengobatan individu."

"Cara berpikir kita adalah melakukan pengawasan dan pemantauan terhadap sebanyak mungkin orang yang dicurigai memiliki gejala penyakit, dengan harapan hasilnya negatif semua. Kalaupun ada yang positif, diharapkan jumlahnya tidak banyak,” ujarnya.

Pertemuan ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi dan meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dalam pelaksanaan surveilans Acute Flaccid Paralysis (AFP), Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I), serta optimalisasi Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR).

Ketiga komponen ini merupakan bagian penting dalam deteksi dini dan respons cepat terhadap ancaman penyakit menular di masyarakat.

Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut, Ida Royani, SKM, yang memberikan materi terkait teknis pelaksanaan surveilans, pelaporan, serta strategi peningkatan kualitas data dan respons terhadap temuan kasus di lapangan.

Baca juga: Ada 47 Orang Suspek Campak di Kabupaten Tegal, Data dari Januari sampai 3 April 2026

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan, khususnya rumah sakit, dapat berperan aktif dalam sistem surveilans terpadu.

Hal ini penting guna memastikan setiap potensi kejadian penyakit dapat terdeteksi secara cepat, dilaporkan secara akurat, dan ditindaklanjuti secara tepat.

"Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes terus berkomitmen untuk memperkuat sistem kesehatan melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia serta penguatan sistem surveilans yang responsif dan terintegrasi, demi melindungi masyarakat dari ancaman penyakit menular," pungkas dr. Ign. Adhi Pujo Astowo.(Pet)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved