Berita Brebes
Bupati Paramitha Launching 'Arjuna', Program untuk Anak Berkebutuhan Khusus di Brebes
Pemkab Brebes resmi meluncurkan program Arjuna untuk anak berkebutuhan khusus.
Penulis: Wahyu Nur Kholik | Editor: M Syofri Kurniawan
“Ini langkah strategis pemerintah untuk memastikan hak pendidikan bagi anak terpenuhi, sekaligus meminimalisir kesenjangan layanan,” ujarnya.
Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Dindikpora Kabupaten Brebes Aditya Perdana menambahkan, berdasarkan data, terdapat 513 anak berkebutuhan khusus di Brebes, namun 330 di antaranya belum terlayani secara optimal.
Melalui program Arjuna, pihaknya menargetkan peningkatan layanan pendidikan inklusif secara bertahap.
Ia menjelaskan, program ini akan dimulai melalui pilot project di enam sekolah, kemudian dikembangkan menjadi 20 sekolah, hingga pada tahun 2027 ditargetkan seluruh sekolah di Kabupaten Brebes menjadi sekolah inklusif, termasuk lembaga pendidikan nonformal seperti PKBM.
Aditya juga menekankan pentingnya kesiapan sumber daya manusia, khususnya guru pendamping khusus.
Satu guru pendamping, kata dia, idealnya menangani maksimal lima anak ABK, sehingga kapasitas sekolah dalam menerima siswa juga menyesuaikan ketersediaan tenaga pendamping.
Di tengah semangat peluncuran program, suara harapan datang dari salah satu siswa ABK, Putri Maulida.
Ia berharap ke depan anak-anak berkebutuhan khusus semakin mendapatkan perlakuan yang adil dan kesempatan untuk berkembang.
“Semoga ke depannya makin baik, programnya sukses, dan anak-anak ABK bisa diperlakukan lebih adil,” ujarnya.
Putri yang kini duduk di kelas 6 itu sempat bersekolah di SDN Klampok 01 sejak kelas 1 hingga kelas 5, sebelum akhirnya pindah ke SDN Klampok 05 karena kendala jarak.
Meski demikian, semangatnya untuk meraih cita-cita tidak surut. Ia bercita-cita menjadi pramugari.
Peluncuran Program Arjuna ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif, adil, dan tanpa diskriminasi di Kabupaten Brebes, sehingga setiap anak, termasuk ABK, memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik. (pet)
Baca juga: Geger Aplikasi Absensi Ilegal Dijual di Kalangan ASN, Pemkab Brebes: Sedang Kami Investigasi
| "Bisa Absen Sambil Jemput Anak Les" Curhat ASN Brebes Rela Bayar Rp250 Ribu Demi Aplikasi Ilegal |
|
|---|
| 10 Rumah Sejuta Harapan, Kolaborasi CSR Hadirkan Rumah Layak Huni di Brebes |
|
|---|
| BREAKING NEWS Dokter Gigi hingga Guru Ketahuan Pakai Aplikasi Presensi Ilegal di Brebes |
|
|---|
| Kisah Hamid dan Wawan, 11 Hari Jalan Kaki Sejauh 180 Km Demi Impian Pemekaran Brebes Selatan |
|
|---|
| Bawang Bombay Mini Ilegal Beredar Luas di Pasar Tradisional, Berpotensi Rusak Harga di Brebes |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260501_Bupati-Brebes-Paramitha-Widya-Kusuma2.jpg)