Sabtu, 6 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Brebes

Sampah Sisa MBG di Losari Brebes Bakal Diurai Gunakan Maggot

Di Kecamatan Losari Kabupaten Brebes akan dibuka secara mandiri lahan seluas 11 ribu meter guna pengolahan sampah sisa dari MBG.

Tayang:
Penulis: Wahyu Nur Kholik | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/Wahyu Nur Kholik
RUANG MAGGOT - BGN bersama beberapa pemilik dapur SPPG meninjau persiapan ruangan maggot yang akan digunakan untuk mengurai sampah di Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes, Jumat (5/6/2026). 

TRIBUNJATENG.COM, BREBES - Ribuan ton sampah masih menjadi momok serius Pemkab Brebes dalam mengolahnya.

Berdasarkan data yang dihimpun dari DLH Kabupaten Brebes, jumlah timbunan sampah mencapai sekira 1.300 ton per hari. 

Dari jumlah itu, masih sekira 538 ton sampah per hari yang belum tertangani secara optimal.

Untuk mengurangi problem pemerintah daerah mengurangi sampah, Forum Mitra Ketahanan Gizi Brebes yang beranggotakan pemilik SPPG bakal membuka lahan seluas 11 ribu meter persegi untuk pengolahan sampah sisa dari Makan Bergizi Gratis (MBG).

Baca juga: Wabup Wurja Warning Baznas Brebes Agar Amanah dalam Mengelola Zakat Infak dan Sedekah

Wayang Golek Jadi Sarana Edukasi Komdigi, Wabup Brebes Tekankan soal Gizi dan Keamanan Digital Anak

Ketua Forum Mitra Ketahanan Gizi Brebes, Muhaemin mengatakan, di Kecamatan Losari akan dibuka secara mandiri lahan seluas 11 ribu meter guna pengolahan sampah sisa dari MBG.

"Kami akan menggunakan maggot untuk pengolahan sampah organik seperti sisa nasi dan lauk pauk."

"Sementara untuk sisa sayur dan buah akan diberikan sebagai pakan kambing," ujarnya, Jumat (5/6/2026).

Inisiatif tersebut, kata Muhaimin, berawal dari keresahan para anggota Forum Ketahan Gizi yang merasa memiliki tanggung jawab dalam mengelola sampah.

"Saat ini baru ada 10 dapur dari Kecamatan Losari yang bergabung. Dari situ saja ada dua ton sampah organik maupun non organik," ungkapnya.

Untuk mengurai sampah organik, ungkap Muhaimin, pihaknya akan menggunakan 525 kilogram maggot yang disusun menjadi 35 tempat.

"Nantinya maggot tersebut akan menjadi nilai ekonomis. Kami juga sudah berkomunikasi dengan mitra yang akan menampung dengan harga jual Rp65 ribu per kilogram," ungkapnya.

Saat ini, kata Muhaimin, pihaknya sudah menyiapkan ruangan untuk maggot tersebut.

"Meski baru beranggotakan 10 dapur, ke depan kami akan mensosialisasikan rencana baik ini ke seluruh dapur di Brebes," tandasnya.

Sementara Korwil BGN Brebes, Arya Dewa Nugroho menyebut, pihaknya menyambut baik insisiasi yang digaungkan oleh para pemilik dapur tersebut.

"Kami mengapresi inovasi yang dilakukan oleh sejumlah dapur di Kecatan Losari itu. Semoga bukan hanya sampah yang dikelola secara mandiri, namun juga bisa ketahanan pangan mandiri dengan menanam buah-buahan karena saat ini masih ketergantungan dengan impor," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved