Tribunjateng Hari ini
Rita Pasaraya Pusat Perbelanjaan Terbesar di Cilacap Terbakar Hebat
Pusat perbelanjaan terbesar di Kabupaten Cilacap, Rita Pasaraya, terbakar hebat, pada Senin (2/2/2026) malam.
Penulis: Achiar M Permana | Editor: M Syofri Kurniawan
TRIBUNJATENG.COM, CILACAP – Pusat perbelanjaan terbesar di Kabupaten Cilacap, Rita Pasaraya, terbakar hebat, pada Senin (2/2/2026) malam.
Kebakaran yang melanda mal di Jalan Jenderal Ahmad Yani Nomor 83-85, Manggisan, Kelurahan Tambakreja, Kecamatan Cilacap Selatan itu, menghebohkan warga sekitar.
Rita Pasaraya merupakan pusat perbelanjaan milik PT Rita Ritelindo, dengan holding company yang berkedudukan di Purwokerto, Kabupaten Banyumas.
Perusahaan itu bergerak di bidang pertokoan modern, mal, developer dan kontraktor, food & beverage, entertaintment & wahana wisata, serta hotel.
Kebakaran Rita Pasaraya Cilacap terjadi pada pukul 22.00.
Kobaran api terlihat menjulang tinggi dari dalam bangunan pusat perbelanjaan tersebut.
Api masih membesar hingga tengah malam.
Sejumlah mobil pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi dan petugas masih berjibaku melakukan upaya pemadaman dari berbagai sisi bangunan.
Asap hitam tebal membumbung tinggi ke udara dan terlihat dari jarak cukup jauh.
Hal itu menarik perhatian warga sekitar untuk datang menyaksikan kejadian tersebut.
Warga tampak memadati area di sekitar Rita Pasaraya, meski petugas terus mengimbau agar masyarakat menjauh demi keselamatan.
Antoni, yang kebetulan berada di dekat lokasi kejadian, mengatakan bahwa kebakaran terjadi sekitar pukul 22.00, tidak lama setelah pusat perbelanjaan tiga lantai tersebut tutup.
"Kejadiannya setelah toko tutup, pegawai pulang sekitar pukul 21.30," kata Antoni kepada wartawan, Selasa (3/2/2026) dini hari.
Antoni mengungkapkan, peristiwa kebakaran tersebut juga disertai suara ledakan, yang diduga berasal dari trafo listrik.
"Njeblug (meledak) terus api merembet ke toko sepatu di sebelahnya, kemudian yang di depan itu ada stan roti, makanan-makanan, toko roti, parfum, kena semua," ujar Antoni.
Dia menyebut, kebakaran Rita Pasaraya tersebut merupakan salah satu peristiwa kebakaran terbesar selama dirinya tinggal di Cilacap.
"Ini kebakaran terparah," ucap Antoni.
Warga lainnya, Lusi, mengatakan kebakaran tersebut sempat memicu kepanikan warga yang tinggal di permukiman belakang Rita Pasaraya, tepatnya di kawasan Jalan Kokosan.
"Warga juga sempat mengungsi, terutama yang ada di Jalan Kokosan, belakang Rita Pasaraya," kata Lusi.
Cepat berkobar
Kepala Satpol PP Kabupaten Cilacap, Rohman mengatakan, laporan kebakaran pertama kali diterima, pada pukul 22.13, dari petugas keamanan Rita Pasaraya, setelah terlihat api dan asap dari dalam gedung.
“Kemudian armada (mobil damkar—Red) langsung kami kerahkan ke lokasi,” ujar Rohman.
Saat petugas pemadam pertama tiba, kondisi api disebut belum terlalu besar.
Akan tetapi, dalam waktu singkat kobaran api membesar dan menjalar cepat ke seluruh bangunan.
Besarnya api membuat petugas meminta bantuan tambahan dari sejumlah daerah sekitar guna mempercepat proses pemadaman.
“Oleh karena api terus membesar, kami meminta bantuan Damkar dari Banyumas dan Banjarnegara, serta mengerahkan unit dari Majenang, Sidareja, dan Kroya,” jelasnya.
Rohman menyebutkan, seluruh bangunan Rita Pasaraya yang terdiri dari tiga lantai dilaporkan terbakar total akibat cepatnya perambatan api.
“Lantai satu, dua, sampai tiga terbakar,” kata Rohman.
“Strategi kami, padamkan dari bawah dulu untuk memutus sumber api sebelum naik ke atas,” sambungnya.
Menjalar
Hingga Selasa pukul 06.00, petugas masih berjibaku di lapangan untuk melakukan pendinginan.
Api juga sempat menjalar ke beberapa pertokoan di sekitar lokasi, sehingga petugas harus bekerja ekstra agar kebakaran tidak meluas.
Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang, sementara nilai kerugian material masih dalam proses pendataan.
Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerusakan akibat kebakaran diperkirakan mencapai nilai yang sangat besar.
Sementara itu, Ketua Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) Cilacap, Mustangin mengatakan, api dengan cepat menjalar ke beberapa bangunan yang berada di sekitar Rita Pasaraya.
"Dua bangunan di sekitarnya ikut terbakar, yaitu toko sepatu dan rumah makan shusi ikut terbakar," ungkap Mustangin.
Dia menambahkan, hingga Selasa pagi, petugas masih menemukan sejumlah titik api, meskipun kondisinya sudah mengecil dan memasuki tahap pendinginan.
"Masih dilaksanakan pemadaman di beberapa titik api, tapi sudah kecil, sedang tahap pendinginan," imbuhnya. (Rayka Diah)
kebakaran Rita Pasaraya Cilacap
Rita Pasaraya Cilacap
kebakaran cilacap
multiangle
Tribunjateng.com
m syofri kurniawan
| Ratusan Calon Paskibraka di Kudus Jalani Tes Seleksi, Cek Badan dari Postur sampai Tato |
|
|---|
| Agung Pesan Ogoh-ogoh Langsung dari Bali untuk Hari Nyepi di Jepara |
|
|---|
| Tanah Gerak di Ngetrep Blora Makin Parah, Teras Rumah Sumiatun Akhirnya Ambrol |
|
|---|
| Kepala SMK Nurul Huda Brebes Sempat Tinjau Ujian Sebelum Ditangkap Polisi |
|
|---|
| Bupati Banyumas Sadewo Tata Pedagang Kaki Lima, Apresiasi Eks Moro yang Akan Dikembangkan Rita Group |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Tribun-Jateng-Hari-Ini-Rabu-4-Februari-2026.jpg)