Berita Kabupaten Tegal
16.565 Meter Kubik Lumpur Bercampur Sampah Berhasil Dikeruk dari DAS Kali Jembangan Tegal
Proyek normalisasi sungai yang merupakan saluran sekunder DI Gung ini dikerjakan selama 40 hari kalender
Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Upaya mengatasi potensi banjir di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) Kali Jembangan yang membentang dari Desa Ujungrusi hingga Tembok Kidul Kabupaten Tegal terus dilakukan, di antaranya dengan melakukan pengerukan sedimentasi untuk menormalisasi aliran sungai.
Proyek normalisasi sungai sepanjang 2.338 meter yang terbagi menjadi tiga seksi pengerjaan, termasuk satu seksi tambahan ini merupakan bagian dari proyek rehabilitasi daerah irigasi atau DI Gung yang dikerjakan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR.
Informasi tersebut disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Tegal Teguh Dwijanto Rahardjo dalam rilis yang diterima Tribunjateng.com, Jumat (28/11/2025).
“Normalisasi sungai oleh BBWS Pemali Juana ini dilakukan untuk meminimalisir potensi banjir yang kerap terjadi di DAS Kali Jembangan,” ujar Teguh.
Proyek normalisasi sungai yang merupakan saluran sekunder DI Gung ini dikerjakan selama 40 hari kalender, terhitung mulai 18 Oktober hingga 26 November 2025.
Selama pengerjaannya, tak kurang dari 16.565 meter kubik endapan lumpur bercampur sampah berhasil diangkat.
Material sedimen Kali Jembangan diangkat menggunakan alat berat.
"Hanya sebagian kecil saja atau sekitar 2.283 meter kubik sedimen diangkat secara manual menggunakan tenaga manusia di segmen tertentu yang tidak memungkinkan penggunaan alat berat," jelas Teguh.
Penyedia jasa PT Minarta Dahutama, Suparno menerangkan, proses awal pihaknya mengerjakan pengerukan sedimentasi di Kali Jembangan sepanjang 1.978 meter.
Rinciannya seksi satu di Desa Tembok Kidul dan Tembok Lor sepanjang 979,69 meter, seksi dua yang dimulai dari batas Desa Tembok Lor hingga Tembok Banjaran hingga rel kereta sepanjang 583,07 meter, dan seksi tiga dari jembatan SMIK Desa Ujungrusi sampai jalan tol sepanjang 416,12 meter.
“Dalam perjalanannya ada penambahan di ruas seksi 2 sepanjang 400 meter karena di ruas ini juga berpotensi banjir,” terangnya.
Sementara itu, Nurul (49), warga Desa Tembok Banjaran yang tinggal tepat di tepi Kali Jembangan mengaku sering terdampak banjir yang masuk ke rumah hingga setinggi pinggang orang dewasa.
Kejadian banjir rutin Nurul alami tiga kali dalam setahun.
Selain akibat tumpukan sampah di sungai, kondisi saluran yang berkelok di tengah permukiman padat penduduk di wilayah dataran rendah menjadikan kawasan ini mudah kebanjiran.
“Warga kami sudah membuang sampah di tempatnya (tidak ke sungai). Tapi tolong bagi warga yang lain (di hulu) untuk tidak buang sampah di sungai, karena kami yang dekat sungai yang kena dampaknya,” pesan Nurul.
| Rumah Rusak Berat, Warga Kajen Tegal Korban Tanah Gerak Terima Bantuan Rp15 Juta |
|
|---|
| Bupati Tegal Ischak Tegaskan Integritas Harus Jadi Budaya Kerja, Bukan Sekadar Formalitas |
|
|---|
| Bupati Ischak Tegaskan Tahun Ini, Revitalisasi GOR Indoor Trisanja Slawi dan Kolam Renang |
|
|---|
| O2SN 2026 Kabupaten Tegal Dimulai, Jaring Bibit Atlet di 5 Cabang Olahraga |
|
|---|
| Wabup Tegal Ahmad Kholid Canangkan Satu Rumah Satu Pohon, Ajak Warga Hijaukan Bumi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20251128_tegal.jpg)