Tribunjateng Hari ini
Dian Beli Curah Rp 14.500/kg
Harga beras medium di pasaran tercatat mengalami lonjakan, bersamaan dengan menghilangnya sejumlah merek beras premium kemasan.
"Saya pernah beli salah satu beras bermerek cukup baik, pas dibuka ternyata kuning dan bau apek. Tetangga saya juga pernah mengalami hal sama. Jadi sekarang saya lebih memilih premium,” bebernya.
Kini, Astari lebih memilih membeli beras premium dalam kemasan bersegel di minimarket atau membeli kiloan dengan kualitas terjamin. Dalam sebulan, ia bisa menghabiskan sekitar 10 kilogram beras.
"Selisih harga sedikit, tapi kalau premium lebih bagus, hasil masaknya pulen. Saya harus pintar-pintar memilih, jangan sampai kena oplosan," ujarnya.
Pedagang sembako di Pasar Bulu Semarang, Siti Arya menyatakan, harga beras masih pada kisaran Rp 15.000-Rp 16.000 per kg.
OP belum tekan harga
Ia menyebut, hingga kini operasi pasar (OP) lewat SPHP belum mampu menurunkan harga beras secara signifikan di Semarang. Kualitas beras SPHP pun terbilang baik.
"Ya, kalau memang pemerintah operasinya terus rutin, Insya Allah harga beras bisa djtekan. Orang otomatis cari yang murah toh. Beras Bulog juga bagus. Ya sayang itu (belinya-Red) pakai aplikasi, ribet gitu," ujarnya.
Pedagang lain di Pasar Bulu Semarang, Muji menyampaikan, beberapa merek beras premium mulai langka sejak sekitar 3 minggu terakhir.
Menurutnya, langkanya beras tersebut terjadi setelah ada berita soal beras oplosan.
"Hampir 3 minggu sejak ada berita beras oplosan, beberapa merek nggak muncul. (Beras premium) yang masih muncul merek 'Anak Lanang'," jelasnya, Selasa (26/8).
Menurut dia, beras medium lebih mudah ditemukan, namun harganya juga naik.
“Yang 5 kilogram sebelumnya Rp 76.000 sekarang Rp 78.000. Untuk kemasan 25 kilogram, naik sekitar Rp 500 per kilogram,” terangnya.
Pedagang di Pasar Karangayu Semarang, Mardiyah menyebut, beras premium maupun medium saat ini masih mudah dicari. Namun, terjadi kenaikan harga secara bertahap, dan kini sudah berlangsung sekitar 1 pekan.
Untuk beras medium, Mardiyah mencatat mengalami kenaikan Rp 5.000/sak (25 kg).
"Sebelumnya Rp 335.000 menjadi Rp 340.000 per sak. (Naiknya-Red) sudah semingguan ada," ucapnya.
| Tiga Bos Bank BJB Divonis Bebas dalam Kasus Kredit Sritex |
|
|---|
| Ngadiono Warga Pati Korban Kecelakaan ALS Akan Dibawa dengan Helikopter |
|
|---|
| Taj Yasin: Kasus Pencabulan Santriwati di Pati Sudah Terpantau sejak 2024 |
|
|---|
| Pelarian Ashari Tersangka Pencabulan Santriwati Berakhir di Wonogiri |
|
|---|
| Uniknya Ras Kambing Kaligesing di Klaten, Kambing Mandi Tiga Kali Sehari, Harga Tembus Ratusan Juta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20250826_Beras.jpg)