Tribunjateng Hari ini
Massa Bakar Ruang Lobi Utama Gedung DPRD Cilacap dan Truk Dalmas Polisi
Pendemo di Kabupaten Cilacap membakar gedung DPRD setempat dan truk Dalmas polisi.
Penulis: Achiar M Permana | Editor: galih permadi
TRIBUNJATENG.COM, CILACAP – Demo di Kabupaten Cilacap berakhir ricuh hingga menyebabkan gedung DPRD setempat rusak, pada Sabtu (30/8/2025).
Dalam insiden tersebut, sedikitnya tiga sepeda motor dan satu truk Dalmas milik Polresta Cilacap ludes terbakar.
Tidak hanya kendaraan, massa juga membakar ruang lobi utama Gedung DPRD.
Api baru bisa dikendalikan setelah dua mobil pemadam kebakaran diturunkan ke lokasi kejadian.
Petugas damkar dibantu TNI AD dari Kodim 0703 Cilacap serta TNI AL dari Lanal Cilacap untuk memadamkan api dan menghalau massa.
Pada pukul 16.30, api bisa dipadamkan dan massa akhirnya dibubarkan oleh aparat gabungan.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi terkait total kerugian materi yang ditimbulkan akibat kerusuhan tersebut.
Namun, sejumlah fasilitas DPRD mengalami kerusakan berat.
Bagian ruang fraksi dan kesekretariatan rusak, kaca jendela pecah, pintu hancur, dokumen berantakan, dan peralatan kantor porak-poranda.
Gedung DPRD Cilacap hancur di bagian depan setelah hampir empat jam menjadi sasaran amuk massa.
Di Solo
Sebelumnya, kantor DPRD Kota Solo dibakar massa, pada Sabtu dini hari.
Sejak Jumat (29/8/2025) pukul 22.00, massa pendemo sudah melempar petasan ke arah gedung DPRD.
Polisi beberapa kali menyemprot gas air mata untuk meredam massa.
Pada pukul 23.20, massa sudah mulai membakar water barrier di depan gedung DPRD.
Pada Rabu pukul 00.10, massa semakin banyak.
Mereka mulai merusak dan membakar pagar gedung DPRD.
Massa juga merusak fasilitas umum di sekitar gedung DPRD.
Pada pukul 01.15, massa mulai membakar gedung DPRD.
Mereka membakar sampah di dekat gedung, hingga menembakkan kembang api pada kaca lantai 2 yang terbakar.
Api pun menjalar hingga ke atap gedung yang membuat api semakin besar.
Selain membakar gedung, massa juga merusak dan menjarah fasilitas publik di sekitar gedung DPRD Solo.
Diketahui, Kota Solo sejak Jumat siang terjadi beberapa gerakan aksi demo.
Pada Jumat siang, demo berlangsung di depan Mako Brimob Batalyon C di Manahan.
Kemudian pada Jumat malam demo bergeser ke depan Gladak.
Demo tersebut merespons kabar tewasnya pengemudi ojek online di Jakarta setelah dilindas rantis Brimob.
Bom molotov
Di Kota Tegal, demo di Mapolresta Tegal, yang bersebelahan dengan gedung DPRD setempat, pada Jumat malam, berakhir ricuh.
Dalam demo itu, massa merobohkan salah satu pagar Mapolresta.
Massa juga melempari petugas yang berjaga dengan batu dan botol plastik.
Meski pagar roboh, namun massa gagal meringsek masuk Mapolresta lantaran ada barikade mobil yang menutup pagar.
Massa sempat mundur lantaran polisi melepaskan gas air mata.
Meski berhamburan menjauh namun mendekat kembali lagi.
Massa kemudian sempat menyasar halaman DPRD Kota Tegal dengan melempari bom molotov.
Meski sempat membakar jendela depan yang terbuat dari kayu, namun berhasil dipadamkan petugas.
Akibat aksi demo terebut, sejumlah fasilitas di dalam gedung DPRD Koya Tegal rusak.
Pada Jumat pukul 23.37, sejumlah orang masuk ke dalam gedung DPRD Kota Tegal dan kemudian diusir paksa oleh petugas.
Saat keluar, massa terlihat membawa sejumlah barang seperti pengharum ruangan.
Yusuf, salah satu peserta aksi dari komunitas ojol mengaku, pihaknya sama sekali tidak terlibat dalam aksi kerusuhan.
Sebelumnya, aksi direncanakan hanya berdoa bersama dan menyalakan lilin.
Begitu kerusuhan pecah, massa dari ojol menarik diri.
"Rencana kita menyalakan lilin dan doa bersama, kebetulan kejadiannya beda dengan apa yang kita rencanakan bersama dengan rekan-rekan mahasiswa juga untuk doa bersama," kata Yusuf.
Yusuf menyebut rata-rata peserta aksi yang terlibat kerusuhan adalah massa yang tidak terkoordinasi atau anak-anak muda yang berusia masih sekolah.
"Kami sudah orasi, namun tidak dibendung kerusuhannya," tandasnya. (Wahyu Nur Kholik/Woro Seto/Rayka Diah)
| Layanan Cathlab RSUD Banyumas Bisa Diakses dengan BPJS Kesehatan |
|
|---|
| Ada Rusa Makan Sampah Plastik, Astrid Ingin Ada Penataan Area Rusa Sriwedari |
|
|---|
| Novita Bangga Bisa Pimpin Ajang Bergengsi, Awalnya Pemain Futsal, Kini Tekuni Profesi Hakim Garis |
|
|---|
| Rp3 Triliun Pajak Kendaraan Belum Masuk Kas Daerah, Pemprov Jateng Siapkan Langkah Penagihan |
|
|---|
| Aroma Smoky Banget, Menikmati Garang Asem Bambu dengan Suasana Slow Living di Kabupaten Semarang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20250830_DPRD-Cilacap-Dibakar.jpg)