Tribunjateng Hari ini
Alif Tersambar Petir saat Main Bola di Lapangan Sidamulya
Dua remaja tersambar petir saat bermain sepak bola di lapangan Desa Sidamulya, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, pada Jumat (19/9/2025) sore.
Penulis: Achiar M Permana | Editor: galih permadi
Salah satu insiden yang paling terkenal di Indonesia, menimpa pemain legendaris Persijap Jepara, Kamal Djunaidi, yang namanya diabadikan sebagai nama stadion di Jepara.
Sebelum Stadion Gelora Bumi Kartini dibangun, Stadion Kamal Djunaidi merupakan kandang skuat Laskar Kalinyamat.
Kamal tewas saat timnya berhadapan dengan Persipa Pati pada perebutan Piala Makutarama di Stadion Salatiga, pada 28 Agustus 1973.
Insiden terjadi pada babak kedua, dengan posisi keunggulan 1-0 untuk Persijap.
Selain Kamal, petir juga menyambar tujuh pemain Persijap lainnya.
Namun, hanya Kamal Djunaidi, pemuda asal Kelurahan Panggang, Jepara, yang meninggal di tengah lapangan.
Pengorbanan Kamal dalam laga itu membuat Persijap menang dengan kedudukan 1-0 dan berhak memboyong Piala Makutarama.
Kasus lain
Kasus serupa juga terjadi di tempat lain.
Pada 10 Februari 2024, Septian Raharja (35), tewas setelah tersambar petir saat sedang bermain sepak bola di Stadion Siliwangi, Kota Bandung, pada 10 Februari 2024.
Saat kejadian, warga Kabupaten Subang, Jawa Barat, itu sedang mengikuti pertandingan fun football.
Sebelumnya, pada 3 November 2023, pemain Sekolah Sepak Bola (SSB) Indonesia Muda U-13, Tegar Dwi Prasetyo, tersambar petir saat bermain dalam laga Piala Soeratin U-13 di Stadion Letjen Soedirman, Bojonegoro, Jawa Timur.
Dalam kejadian itu, korban sempat mengalami henti jantung, tetapi kemudian berhasil diselamatkan.
Pada 13 Agustus 2022, seorang pesepak bola meninggal di tempat akibat tersambar petir saat menjalani laga persahabatan antara Pepermi FC dan YGS FC di Lapang Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri), Cisaat, Kabupaten Sukabumi.
Korban bernama Edi Kurniawan (45), warga Kampung Cangkorah RT 08/04, Desa Cikaret, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi.
| Ikut Geladi Bersih Malam Satu Sura, Tiga Kebo Bule Sulit Dikendalikan |
|
|---|
| Loyalis Sudewo Siapkan 17 Bus ke Semarang untuk Kawal Sidang Perdana |
|
|---|
| Suprapto Ingin Ada Rasa Saling Menghormati, Berharap Bisa Wujudkan Gereja di Banyuanyar Solo |
|
|---|
| Eks-Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Ngaku Dipasangi Pelacak |
|
|---|
| Hari Ini, Calon Murid SMA/SMK Mulai Daftar dan Pilih Sekolah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Jateng-Hari-Ini-Minggu-21-September-2025.jpg)