Minggu, 17 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jateng

Pemprov Pastikan Rumah Pompa Kali Sringin dan Kali Tenggang Beroperasi

Pemerintah Provinsi Jateng pastikan  rumah pompa di Kali Sringin dan Kali Tenggang Kota Semarang beroperasi, Senin (27/10/2025).

Tayang:
dok. HUMAS PEMPROV JATENG 
RUMAH POMPA - Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin meninjau lokasi rumah pompa di Kali Sringin dan Kali Tenggang,Kota Semarang, Senin (27/10/2025). 

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jateng pastikan  rumah pompa di Kali Sringin dan Kali Tenggang Kota Semarang beroperasi, Senin (27/10/2025).

Bahkan Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin meninjau lokasi rumah pompa di Kali Sringin dan Kali Tenggang.

Baca juga: Atasi Banjir, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Bangun Rumah Pompa Baru di Petudungan

Wagub mengatakan  kolam retensi tepatnya di Terboyo dan Sriwulan sudah berfungsi.

Namun masih belum optimal karena sistem pembuangan air belum dilengkapi pompa.

“Memang sudah berfungsi, namun belum maksimal karena saluran pembuangannya belum ada—pompanya belum terpasang,” ujarnya.

Menurutnya, total pompa yang operasional di Rumah Pompa Kali Sringin serta pompa portable untuk membantu, bekerja menyedot 6.570 liter per second.

Pihaknya menyebut persoalan ini telah menjadi pekerjaan rumah sejak Mei lalu. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum untuk mempercepat pengadaan pompa baru.

“Kita segera koordinasi dengan Kementerian PU ya untuk mempercepat pengadaan pompa. Setelah itu, kita baru berupaya mencari pompanya, karena pompa milik Pemprov maupun BBWS saat ini sudah difokuskan untuk menyedot air di darat agar bisa dibuang ke laut,” jelasnya.

Apabila kondisi belum tertangani, kata dia, opsi selanjutnya meminjam pompa tambahan dari daerah sekitar Kota Semarang.

“Kalau memang sangat dibutuhkan, kita bisa minta bantuan dari Demak atau daerah tetangga untuk meminjam pompa tambahan agar air bisa segera dibuang ke laut,” tambahnya.

Wagub menyebutkan kolam retensi sudah mampu menampung air hujan, namun pengendaliannya masih harus ditingkatkan.

 Saat ini, pompa belum dioperasikan karena intensitas hujan masih tinggi.

“Kekhawatiran kita, jika air ini disedot terlalu cepat, justru bisa menyebabkan luapan di Sungai Tenggang. Karena itu, saya sudah memerintahkan tim dari Pusdataru dan BPBD untuk mencari bantuan pompa tambahan di pintu keluar kolam resapan menuju laut,” tuturnya.

Berdasarkan data BBWS Pemali Juana, total kapasitas pompa yang dikerahkan di empat titik utama penanganan banjir di Kota Semarang — Sringin, Terboyo, Tenggang, dan Pasar Waru — mencapai 30.360 liter per detik.

Di Rumah Pompa Sringin, terdapat dua pompa eksisting dan dua pompa hasil peremajaan berkapasitas masing-masing 2.000 liter per detik, serta satu pompa apung berkapasitas serupa, dengan total 10.000 liter per detik.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved