Berita Jawa Tengah
Pabrik Pengolahan Sampah Bakal Dibangun di Jawa Tengah
Pabrik pengolahan limbah sampah plastik dan elektronik bakal dibangun di kawasan ekonomi khusus (KEK) Industropolis Batang
Penulis: rahdyan trijoko pamungkas | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Pabrik pengolahan limbah sampah plastik dan elektronik bakal dibangun di kawasan ekonomi khusus (KEK) Industropolis Batang.
Pabrik dengan nilai investasi USD 200 juta akhir tahun 2015. Hal itu mengemuka usai acara penandatanganan kerjasama PT Green Java Solution (Malaysia) dengan PT Maju Selaras Sejahtera (Indonesia) yang disaksikan langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, di Hotel Padma, Kota Semarang, Jumat (7/11/2025) malam.
Kedua perusahaan itu berkolaborasi membangun pabrik di atas lahan seluas 80 hektare.
Sekda Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menyambut baik investasi tersebut. Hal itu menjadi pemicu bagi investor lain untuk masuk ke Jawa Tengah. Termasuk investor dari Malaysia.
Terlebih sudah ada fasilitas penerbangan langsung dari Kuala Lumpur ke Kota Semarang.
Sumarno berharap adanya industri pengelolaan sampah mampu membuat lingkungan akan lebih terjaga.
"Kami juga berharap bisa menyerap banyak tenaga kerja," katanya.
Director PT. Green Java Solution, Nicholas mengatakan, pabrik tersebut mulai dibangun pada Desember 2025. Pabrik itu ditargetkan beroperasional pada Juni 2026. Pabrik itu mampu menyerap tenaga kerja hingga 3.500 orang.
Mengenak kapasitas pengolahan, pihaknya terus menjalin komunikasi khususnya kepada Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi. Pabrik itu diharapkan mampu mengelola limbah mencapai kapasitas 100 juta ton pertahunnya.
"Kami berharap dapat dukungan dari Pak Gubernur Jawa Tengah," katanya.
Komisaris Utama PT. Maju Selaras Sejahtera, Kukrit Suryo Wicaksono, mengatakan, hadirnya investasi perusahaan dari Malaysia tersebut untuk menjalankan instruksi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi usai dibukanya penerbangan langsung Kuala Lumpur-Semarang.
Kemudian juga rencana pembukaan rute penerbangan langsung Semarang-Singapura.
"Tugas kita semaksimal mungkin ikut memajukan investasi, perdagangan dan juga tourism (pariwisata) di Jawa Tengah," ucapnya.
Adanya investasi tersebut, diharapkan mampu menopang pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah, membuka lapangan pekerjaan, dan memancing investor lain untuk bisa berinvestasi di provinsi ini.
Sebagai informasi, dalam kerja sama tersebut, para pihak sepakat untuk investasi dan pengembangan strategis jangka panjang, dalam perencanaan induk, pembiayaan, konstruksi, operasional, dan penempatan PT Green Java Solution di Indonesia.
Kemitraan itu bertujuan untuk memposisikan kawasan, sebagai pusat keunggulan regional dalam teknologi lingkungan, pengurangan karbon, penghilangan karbon, pemulihan sumber daya, dan infrastruktur hijau yang selaras dengan konsep ESG (Environmental, Social, and Governance). Sekaligus berkontribusi pada tujuan pengelolaan sampah, dekarbonisasi, dan ekonomi sirkular nasional Indonesia. (rtp)
| 5 Daerah di Jateng Ini Paling Sedikit Dikunjungi Wisatawan, Apa Penyebabnya? |
|
|---|
| Miris, Bocah 16 Tahun di Wonogiri Diikat dan Dipukul Warga, Dituduh Mencuri |
|
|---|
| Sosok Avan Pemuda Tegal Jadi Sorotan Dunia Hacker Internasional, Dulu Pernah Jadi Korban |
|
|---|
| LPSK Kawal Korban Kekerasan Seksual Kiai Abi Jamroh di Jepara, Kantongi Dua Layanan |
|
|---|
| BREAKING NEWS, Abi Jamroh Mundur dari Wakil Rais Syuriyah PWNU Jateng |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20251108_JATENG.jpg)