Hari Guru Nasional
Tragedi Hari Guru Nasional, Guru SD di Tegal Tewas Dirampok Saat Narik Taksi Online
Kusyanto, guru SD asal Kota Tegal yang bekerja sambilan sebagai sopir taksi online, ditemukan tewas di hutan lindung di Songgom, Brebes.
Penulis: Nal | Editor: M Zainal Arifin
Ringkasan Berita:
- Kusyanto, guru SD di Kota Tegal yang bekerja sambilan sebagai sopir taksi online, ditemukan tewas di hutan lindung Perhutani KPH Balapulang setelah diduga menjadi korban perampokan.
- Mobil, dompet, dan ponsel korban hilang, sementara polisi menemukan tanda kekerasan di kepala korban dan kini tengah memburu pelaku.
- Peristiwa tragis yang terjadi tepat pada Hari Guru Nasional itu meninggalkan duka mendalam bagi keluarga.
TRIBUNJATENG.COM, TEGAL - Nasib tragis menimpa Kusyanto (46), guru SD di Kota Tegal, yang ditemukan tewas dalam kasus perampokan saat bekerja sampingan sebagai sopir taksi online.
Ironisnya, peristiwa tersebut terjadi bertepatan dengan peringatan Hari Guru Nasional, Senin (24/11/2025).
Jasad Kusyanto ditemukan di kawasan hutan lindung Perhutani KPH Balapulang, Desa/Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes.
Mobil Honda Brio berpelat G 1532 MN miliknya raib dibawa pelaku.
Identitas pelaku hingga kini belum diketahui.
Kusyanto, warga Kelurahan Keturen, Tegal Selatan, sehari-hari mengajar sebagai wali kelas 2 di SDN Kalinyamat Wetan 03.
Statusnya sebagai PPPK membuatnya bekerja sambilan sebagai pengemudi taksi online untuk menambah penghasilan keluarga.
“Sehari-hari memang guru, sambilan narik online,” ujar Iva, kerabat korban di Talang, Selasa (25/11/2025).
Pada Minggu (23/11) malam, Kusyanto pamit mencari penumpang.
Baca juga: Kusyanto yang Tewas di Brebes Sudah 20 Tahun Mengabdi sebagai Guru Honorer
Malam itu, seorang warga bernama Ahmad Sobari alias Baron melihat mobil abu-abu melaju kencang masuk ke hutan saat hujan deras.
Tiga menit kemudian, mobil tersebut keluar. Baron sempat mengira mobil itu milik pencuri kayu dan melapor ke Perhutani.
Keesokan paginya, seorang pembabat rumput menemukan jasad Kusyanto.
Polisi memastikan adanya tanda kekerasan di tubuh korban.
“Ada bekas luka memar di belakang kepala. Diduga dibunuh,” kata Kanit Reskrim Polsek Songgom, Ipda Mashudi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20251125_MENUNJUKAN-TKP-Baron-menunjukan-lokasi.jpg)