Kamis, 4 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Universitas Terbuka

Universitas Terbuka Semarang Mengangkat Kearifan Lokal Gunung Rowo

Pengabdian kepada masyarakat (PkM) dosen Universitas Terbuka Semarang tahun 2025

Tayang:
Penulis: Adi Tri | Editor: galih permadi
Istimewa
Tim PkM dosen UT Semarang membekali dengan redesign kemasan yang aman dan menarik bagi konsumen di daerah Gunung Rowo, desa Sitiluhur, kabupaten Pati 

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Pengabdian kepada masyarakat (PkM) dosen Universitas Terbuka Semarang tahun 2025 kembali menyelesaikan permasalahan yang dibutuhkan oleh masyarakat.

Berada di daerah Gunung Rowo, desa Sitiluhur, kabupaten Pati tim PkM memberikan pelatihan dan pendampingan pemasaran digital.

Tidak langsung pada pemasaran, tetapi tim PkM dosen UT Semarang membekali dengan redesign kemasan yang aman dan menarik bagi konsumen. 

"kalau kemasannya menarik pasti konsumen menjadi penasaran dan ingin membeli, jadi packaging ini langkah awal kita memberikan pendampingan" ujar Ronald.

251126_utpati2
Produk yang berupa jenang kujelo (kulit jeruk pajelo) ini dipasarkan lebih luas lewat online

Produk yang berupa jenang kujelo (kulit jeruk pajelo) ini dipasarkan lebih luas lewat online agar dikenal oleh seluruh Indonesia menjadi makanan khas Pati.

Tidak cuma jeruk pamelo nya saja yang terkenal sebagai oleh-oleh khas kabupaten Pati, tetapi kulit nya pun bisa dinikmati menjadi makanan khas yang enak.

Selain jenang kujelo, juga banyak masyarakat yang menjual produk oleh-oleh makanan yang terbuat dari bahan baku di lingkungan sekitar.

Makanan tersebut berupa jahe rempah, tompi, rempeyek kacang, dan lainnya. Masyarakat banyak yang mengolah produk makanan dengan dipasarkan secara konvensional dengan dititipkan ke toko-toko atau kantin sekolahan.

Dari situ masyarakat melalui mahasiswa UT Semarang yang tinggal di daerah Gunung Rowo menggandeng tim PkM dosen UT untuk memberikan inovasi agar produk bisa dikenal secara luas dan dijual secara online.

Sehingga tim PkM yang diketuai oleh Ronald Jolly Pongantung, M.A.P. membentuk tim yang terdiri dari Dian Ratu Ayu Uswatun Khasanah, M.H, Dra. E. Em Kurniasih,
M.Pd., Dra. Sri Sumiyati, M.M, untuk memberikan pelatihan pada masyarakat Gunung Rowo.

Sebelumnya proses HALAL yang sempat tertunda akhirnya diurus lagi, kebetulan anggota tim Dian Ratu adalah pendamping BPJPH sehingga langsung menguruskan HALAL dari jeruk kujelo.

Tidak berlangsung lama sertifikat HALAL didapatkan. Sehingga untuk memasarkan dengan jangkauan luas, penjual yang merupakan masyarakat peserta PkM lebih percaya diri menjual produk jajanan Gunung Rowo khususnya jenang kujelo.

Pembeli pun juga tenang untuk membeli karena sudah ada logo halal pada kemasan jenang kujelo.

Mengantongi legalitas HALAL adalah sesuatu yang utama bagi masyarakat memasarkan jenang kujelo ini untuk semakin diterima oleh masyarakat, lalu melatih mengenalkan produk melalui media sosial dan membantu membuatkan toko virtual di marketplace. 

“kebetulan anggota tim kami selain pendamping HALAL juga mempunyai toko di shopee jadi kita bisa melatih masyarakat tidak sekedar asal-asalan" ungkap Ronald menjelaskan.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved