Rabu, 27 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kendal

Menteri Imipas Kunjungi Lapas Terbuka Kendal, Cek Tambak Ikan Program Ketahanan Pangan

Menteri Imipas Agus Andrianto mengunjungi Lapas Produktif Terbuka di Desa Kartikajaya Kecamatan Patebon Kabupaten Kendal.

Tayang:
TRIBUN JATENG/Agus Salim Irsyadullah
LEPAS BENIH IKAN - Rombongan Menteri Imigrasi dan Permasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto didampingi Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari melepaskan benih ikan di tambak Lapas Terbuka Produktif Kendal, Selasa (2/12/2025). Para napi akan mendapatkan berbagai pelatihan sesuai program yang dikembangkan sebelum kembali membaur bersama masyarakat. (Tribun Jateng/Agus Salim Irsyadullah) 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Menteri Imigrasi Menteri Imigrasi dan Permasyarakatan (Imipas), Agus Andrianto mengunjungi Lapas Produktif Terbuka di Desa Kartikajaya Kecamatan Patebon Kabupaten Kendal, Selasa (2/12/2025).

Kunjungan dilakukan untuk mengecek kondisi tambak ikan yang bakal digunakan sebagai proyeksi pelatihan usaha untuk para narapidana, sebelum kembali membaur bersama masyarakat.

Nantinya, para napi yang mendekati masa bebas dan cuti bersyarat bisa menimba pelatihan budidaya ikan, maupun pengelolaan pertanian dan perkebunan berbagai jenis.

"Nanti kita taruh di sini untuk napi yang mendekati masa bebas dan cuti bersyarat, dan nanti dapat pelatihan sesuai program yang kita berikan," kata Agus dalam kunjungannya.

Agus mengatakan, Lapas Terbuka Kendal menjadi salah satu program ketahanan pangan. 

Terdapat kurang lebih 500 narapidana yang bisa menimba pelatihan sesuai program yang akan diberikan.

Baca juga: Aturan Ketat Kendal Tornado FC Jaga Kebugaran Pemain, Denda Rp 1 Juta Per Kg Kenaikan Berat Badan

Sehingga, harapannya ketika sudah bebas bisa mengembangkan pelatihan peternakan maupun perkebunan yang didapat di Lapas Terbuka.

"Lahannya kurang lebih 100 hektare, nanti kita bangun pelatihan-pelatihan untuk napi," ujarnya.

Kepala Lapas Terbuka Produktif Kendal, Roni Darmawan mengatakan terdapat berbagai jenis budidaya yang dikembangkan di Lapas tersebut.

Di antaranya tanaman jagung, melon, dan sayuran.

Kemudian ada peternakan ayam, bebek, kambing, sapi hingga ikan. 

Tujuannya, untuk membekali napi dengan keterampilan budidaya setelah dinyatakan bebas.

"Untuk yang jagung sekitar 5-7 hektar, itu lokasinya pisah. Ada yang di sini dan di dekat area tambak itu tadi," ujarnya.

Dia menambahkan, terdapat 10 hektar jagung yang sempat terendam rob.

Baca juga: Pemkab Kendal Siapkan Edaran Resmi, Buka Donasi Penyaluran Bantuan Korban Bencana Sumatra - Aceh

Sebagai bentuk efektifitas, pihaknya kemudian melakukan modifikasi dengan membangun tambak ikan agar bisa dimanfaatkan.

"Memang ada yang terkena rob terutama untuk tanaman jagung, itu dekat tambak."

"Akhirnya kita modifikasi sebagai tambak tradisional bandeng dan yang lainnya," tuturnya.

Ditambahkannya, lokasi Lapas ini menjadi pilot project ketahanan pangan bersama Lapas di Nusakambangan. 

"Di sini menjadi sentra ketahanan pangan nasional bersama di Lapas Nusakambangan," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved