Selasa, 5 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jateng

DPUBMCK Jateng Abaikan Protes Warga Soal Penutupan Jalan Perumahan di Mranggen Demak

Warga Perumahan Pondok Majapahit I Mranggen, Demak, dan sekitarnya memprotes rencana penutupan jalan akses depan perumahan.

Tayang:
Penulis: Nal | Editor: M Zainal Arifin
TRIBUN JATENG/faisal affan
PROTES WARGA - Puluhan warga Desa Bandungrejo, Mranggen, Kabupaten Demak melakukan demo menolak penutupan pembatas jalan di depan gang Pondok Majapahit I karena akan menyulitkan mobilitas warga. (TRIBUN JATENG/FAIZAL AFFAN) 

Ringkasan Berita:
  • Rencana pemasangan barrier di akses jalan depan Perumahan Pondok Majapahit I, Desa Bandungrejo, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, menuai penolakan dari warga.
  • Warga menilai akses jalan tersebut memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas harian masyarakat.
  • DPUBMCK Jateng tetap akan menutup akses jalan tersebut berdasarkan dua kali rapat bersama Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Raya (LLAJR).

 

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Warga Perumahan Pondok Majapahit I, Desa Bandungharjo, Mranggen, Demak, dan sekitarnya memprotes rencana penutupan jalan akses depan perumahan.

Penutupan jalan tersebut rencananya dilakukan dengan pemasangan barrier.

Jalan tersebut selama ini menjadi jalur alternatif penting yang menghubungkan Desa Brumbung, Waru Tegal Arum, dan Taman Sari menuju Kabupaten Demak dan Kota Semarang melalui Genuk.

Penolakan warga memuncak dalam aksi penyampaian aspirasi yang berlangsung pada Sabtu malam (6/12/2025).

Aksi tersebut sempat membuat arus lalu lintas di jalur utama Grobogan–Semarang terganggu akibat banyaknya warga yang berkumpul di sekitar lokasi.

Warga menilai akses jalan tersebut memiliki peran vital bagi aktivitas harian masyarakat.

Setiap pagi dan sore, ratusan warga memanfaatkan jalur itu untuk bekerja, bersekolah, maupun menjalankan aktivitas ekonomi lainnya.

Baca juga: Warga Bandungrejo Mranggen Demak Tolak Rencana Penutupan Akses Jalan Pondok Majapahit I

Yuli, warga setempat sekaligus pengemudi ojek online, menilai pemasangan barrier akan menyulitkan mobilitas masyarakat.

“Kalau diberi pembatas jalan, warga harus memutar jauh kalau mau ke arah barat atau Semarang."

"Selain lebih jauh, ini juga berpotensi menimbulkan kemacetan, apalagi pagi dan sore hari,” ujar Yuli, Senin (8/12/2025).

Ia menyebut, apabila akses Pondok Majapahit I ditutup, warga diminta memutar melalui SPBU Bandungrejo atau rumah sakit di wilayah sekitar.

Menurutnya, kondisi tersebut justru akan menambah kepadatan lalu lintas.

“Kalau semuanya dialihkan ke sana, kemacetan pasti tidak terhindarkan,” tambahnya.

Yuli juga mengungkapkan bahwa penolakan warga telah dituangkan dalam berita acara, namun hingga kini belum ditandatangani pihak kelurahan.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved