Minggu, 17 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jateng

Para Guru di Jateng Dituntut Mengikuti Perkembangan Teknologi

Para guru di Jawa Tengah diminta dapat menyesuaikan perkembangan teknologi di Museum Ranggawarsita Semarang, Rabu (10/12/2025).

Tayang:
IST/dok. HUMAS PEMPROV JATENG
PERINGATAN HARI GURU - Para guru merayakan puncak peringatan hari guru Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2025,di Museum Ranggawarsita Semarang, Rabu (10/12/2025). 

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Para guru di Jawa Tengah diminta dapat menyesuaikan perkembangan teknologi.

Hal itu diutarakan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen pada Puncak Peringatan Hari Guru Nasional Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2025, di Museum Ranggawarsita Semarang, Rabu (10/12/2025).

Menurutnya, masih banyak guru yang masih konvensional dalam mengajar.

Baca juga: Prof. Fatah Kukuhkan 1.081 Lulusan PPG Tekankan Guru Wajib Upgrade Skill di Era AI

Sementara anak didiknya sudah berubah seiring perkembangan teknologi.

"Oleh sebab itu guru dituntut untuk berlari, melakukan update dan penyesuaian," ujarnya mewakili Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi.

Menurutnya, banyak hal yang bisa dilakukan secara cepat melalui teknologi. 

Dirinya memberikan contoh bahwa siswa sering memanfaatkan Artificial intelligence (AI) maupun Chat GPT jika terdapat tugas sekolah.

"Oleh sebab itu guru diminta bisa mendampingi sehingga teknologi berfungsi sesuai tujuan," tutur Wagub yang akrab disapa Gus Yasin.

Gus Yasin juga menekankan pentingnya pendidikan moral. Hal itu sangat penting bukan hanya  dalam ruang kelas. Namun juga sendi kehidupan.  

"Dalam Bahasa Jawa Guru berarti digugu dan ditiru. Anak-anak sekarang, kecepatan akalnya luar biasa. Namun demikian, jika tidak kita arahkan, kecepatan yang luar biasa juga akan ada mudharatnya, bahayanya," tuturnya. 

Dikatakannya, peringatan 80 tahun Hari Guru, menunjukkan usia yang sangat matang.

Selama itu  guru telah melalui berbagai masalah yang dilalui dengan beragam perubahan. 

Lanjutnya, menghadapi penyesuaian dan perkembangan zaman, guru harus terus belajar. 

Taj Yasin berpesan tidak hanya siswa yang belajar, namun guru juga tidak boleh berhenti untuk belajar.  

"Belajar tidak mengenal usia, dari bayi sampai liang lahat. Jadi belajar tidak pernah selesai," ujarnya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved