Senin, 18 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jateng

Mahasiswa Asal Aceh Sangat Diringinkan Atas Bantuan Logistik dari Pemprov Jateng

Mahasiswa asal Aceh di asrama Banjarsari Kota Semarang terima bantuan makanan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah

Tayang:
Penulis: rahdyan trijoko pamungkas | Editor: muslimah
TRIBUN JATENG/Humas Pemprov Jateng
BANTUAN LOGISTIK-Mahasiswa asal Aceh kemasi bantuan logistik yang diberikan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Kamis (11/12/2025)? Bantuan itu akan dibagikan ke mahasiswa asal Aceh. 

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Mahasiswa asal Aceh di asrama Banjarsari Kota Semarang terima bantuan makanan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Bantuan itu didrop  oleh Pemprov Jawa Tengah, usai Gubernur Ahmad Luthfi berkunjung ke asrama. Gubernur silaturahmi dan berdialog dengan para mahasiswa asal Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. 

Di depan orang nomor satu di Jawa Tengah itu, para mahasiswa ngudha rasa alias curhat. Beberapa nampak menangis tatkala menceritakan kabar kondisi yang dialami keluarganya di seberang sana. 

Ada pula yang bingung biaya memenuhi kebutuhan sehari-hari dan bayar kuliah, sedangkan kondisi keluarga di Aceh masih tak jelas. 

Mendengar itu, Ahmad Luthfi langsung angkat bicara. Ia menginstruksikan jajarannya agar segera mengirim bantuan logistik untuk para mahasiswa. Tak hanya itu, Gubernur juga membantu membayar kos tiga bulan ke depan dan biaya kuliah.

Di sudut ruangan nampak timbunan berkarung-karung beras, dus makanan, minuman, minyak goreng, gula, dan mi instan. Bertumpuk-tumpuk jumlahnya. 

Beberapa mahasiswa nampak sibuk mengepak barang-barang tersebut. Mereka bahu membahu memasukkan satu persatu bahan-bahan itu ke dalam kantong plastik. 

Mahasiswa Undip Asal Aceh, Dwi P mengatakan kehadiran Gubernur Ahmad Luthfi  menyalurkan bantuan logistik  untuk meringankan beban mahasiswa. Bencana banjir membuat orang tidak dapat mengirim uang bulanan.

“Daerah saya sangat dekat dengan kejadian bencana. Di sana listrik padam, BBM langka, dan tidak ada sinyal. Jadi komunikasi dengan orang tua sangat susah, termasuk kiriman uang bulanan terhambat,” tuturnya, Kamis (11/12/2025).

Dwi merasa haru dengan kehadiran Gubernur Ahmad Luthfi di asrama mahasiswa Aceh tersebut.

“Rasanya senang banget karena Pak Luthfi memberikan perhatian kepada kami. Beliau bilang siap jadi ayah kami. Dan, kami merasa Jawa Tengah seperti rumah sendiri,” ujarnya.

Ketua Ikatan Pelajar Aceh Semarang, Muhammad Haekal Halifah, mengungkapkan, ada 140 mahasiswa asal Aceh yang di Semarang. 

Saat ini dia dan teman-temannya masih terus melakukan pendataan.

“Kemungkinan akan bertambah, karena kami masih masif melakukan pendataan,” ujarnya.

Menurutnya, Jawa Tengah, terutama Semarang, menjadi salah satu daerah tujuan orang Aceh untuk menempuh pendidikan. 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved