Rabu, 8 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

BRI Fellowship

Penjual Cimol Keliling Senang Bisa Khitankan Putranya secara Gratis di BRI Pati

Senyum lega mengembang di wajah Salim ketika melihat putranya yang berusia delapan tahun.

Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: rival al manaf
TRIBUN JATENG/Mazka Hauzan Naufal
KHITANAN MASSAL - Pemimpin Cabang (Pinca) BRI Pati Yuswandita Toesa Febrianto (paling kanan) berfoto bersama peserta khitan massal gratis yang diadakan YBM Brilian bersama RS KSH Pati, Minggu (14/12/2025). 

TRIBUNJATENG.COM, PATI – Senyum lega mengembang di wajah Salim ketika melihat putranya yang berusia delapan tahun, Muhammad Husen Salim, keluar dari bilik medis, Minggu pagi (14/12/2025).

Hari ini, lantai 2 BRI Kantor Cabang (Kanca) Pati ditata sedemikian rupa menjadi bilik-bilik khitan.

Yayasan Baitul Maal (YBM) Brilian BRI Kanca Pati bekerja sama dengan Rumah Sakit Keluarga Sehat Pati menggelar kegiatan khitanan massal gratis.

Salim yang merupakan warga Randukuning, Pati, tak henti-hentinya mengucap syukur. 

Baca juga: Pilu Wanita Brebes Anaknya Meninggal Diduga Jadi Korban Bullying, Lapor Polisi Tak Ada Perkembangan

Baca juga: Hujan Lebat Picu Banjir di Meteseh Tembalang, Cluster Perumahan Dinar Indah Banjir Hingga 50 CM

Bagi Salim, hari ini bukan sekadar hari libur biasa. 

Hari ini adalah momen pelunasan kewajiban orang tua yang sempat tertunda.

Sehari-hari, Salim adalah seorang pedagang jajanan keliling. 

Ia biasa menjajakan cimol dan es di wilayah Kecamatan Tlogowungu dan Gembong demi mencari rezeki.

Penghasilannya yang tak menentu membuat biaya khitan mandiri terasa berat.

"Terima kasih sekali, saya sangat terbantu. Apalagi kondisi ekonomi saya saat ini, pemasukan sedang sulit," kata dia.

Niat Salim untuk mengkhitankan putranya yang kini duduk di bangku kelas 3 Madrasah Ibtidaiyah (MI) sebenarnya sudah ada sejak beberapa bulan lalu. 

Dia bahkan sempat menaruh harapan pada program serupa di Kabupaten Kudus beberapa waktu lalu.

Namun, harapan itu pupus karena kuota peserta kegiatan sunat massal gratis di daerah tetangga tersebut sudah penuh terisi.

"Dulu pernah coba daftar di Kudus, tapi sudah penuh," ucap dia.

Kabar baik akhirnya datang melalui pesan singkat di grup WhatsApp Dasa Wisma (Dawis) di lingkungan tempat tinggalnya. 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved