Selasa, 9 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Kebumen

Penampakan Pemakaman di Kebumen yang Longsor, Menutup Jalan Desa

Sebuah pemakaman di Kebumen Jawa Tengah longsor, dan menimbun jalan desa di sampingnya.

Tayang:
Penulis: Val | Editor: rival al manaf
TRIBUN JATENG/Dok BPBD Kebumen
Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Kebumen mengakibatkan ambrolnya tebing pemakaman umum di Dukuh Serkitik, Desa Sidoagung, Kecamatan Sruweng. 

TRIBUNJATENG.COM, KEBUMEN - Sebuah pemakaman di Kebumen Jawa Tengah longsor, dan menimbun jalan desa di sampingnya.

Peristiwa itu terjadi di Dukuh Serkitik, Desa Sidoagung, Kecamatan Sruweng, Kabupaten Kebumen pada Jumat 26 Desember 2025.

Detik-detik longsornya makam itu terjadi pada pukul 22.00 WIB.

Bagian yang longsor adalah tebihng  permakaman umum.

Baca juga: Wawali Tegal Mbak Iin: Kegiatan Sastra Bagian dari Pembangunan Peradaban

Baca juga: HP Wisatawan Asal Bandung Sempat Hilang di PAI Tegal, Beruntung Ditemukan Kembali

Peristiwa ini mengakibatkan material longsoran menutup akses jalan desa yang digunakan warga setempat. 

Berdasarkan laporan hasil asesmen Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kebumen pada Sabtu, (27/12/2025) pukul 08.00 WIB, longsor berasal dari tebing di sisi Makam Tlimbeng, RT 03 RW 07 Dukuh Serkitik.

"Tebing tersebut runtuh akibat intensitas hujan yang tinggi dan berlangsung cukup lama," kata Humas BPBD Kabupaten Kebumen Heri Purwoto pada Sabtu (27/12/2025).

Heri menyebutkan bahwa kejadian tersebut pertama kali diketahui dari informasi warga sekitar yang kemudian ditindaklanjuti dengan koordinasi bersama Pemerintah Desa Sidoagung.

"Untuk kondisi mutakhir, saat ini telah dilakukan koordinasi dengan pemerintah desa dan masyarakat.

Penanganan awal dilakukan melalui kerja bakti warga guna membersihkan material longsoran,” demikian tertulis dalam laporan asesmen BPBD.

Akibat kejadian tersebut, tebing di samping area makam mengalami kerusakan dengan panjang sekitar 10 meter dan tinggi 1,5 meter.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur ini membutuhkan penanganan lanjutan guna mencegah longsor susulan, terutama di musim hujan.

Estimasi Kerugian dan Imbauan BPBD mencatat kebutuhan mendesak berupa logistik untuk mendukung kegiatan kerja bakti, yang hingga saat ini belum didistribusikan.

Sementara itu, kebutuhan lanjutan yang diperlukan adalah pembangunan kembali tebing penahan sebagai pengaman area makam dan jalan desa.

"Nilai kerusakan akibat kejadian tersebut ditaksir mencapai 1 juta rupiah, sedangkan nilai kerugian diperkirakan sekitar 1,5 juta rupiah," kata Heri.

BPBD Kabupaten Kebumen mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, khususnya tanah longsor, mengingat intensitas hujan yang masih tinggi di sejumlah wilayah.

Sumber: kompas.com

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved