Berita Pati
Polemik Pembangunan KDMP di Tambaharjo Pati, Begini Duduk Perkara Menurut BPD
Terjadi polemik terkait rencana pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Tambaharjo, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati.
Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, PATI – Terjadi polemik terkait rencana pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Tambaharjo, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati.
Video cekcok antara sekelompok warga dengan sejumlah pengurus Badan Permusyawaratan Desa (BPD) setempat ini beredar luas di berbagai platform media sosial dan menyita perhatian publik Pati.
Peristiwa tersebut terjadi di area Lapangan Desa Tambaharjo dan dinarasikan dengan adanya penolakan warga terhadap pembangunan KDMP.
Menanggapi hal tersebut, anggota BPD Tambaharjo, Yibno, menegaskan bahwa tidak ada penolakan pembangunan, melainkan hanya miskomunikasi di lapangan.
"Yang terjadi hanya miskomunikasi, bukan penolakan. Semua sudah dimusyawarahkan dalam Musdes (Musyawarah Desa). Semua elemen masyarakat kami undang dan sudah sepakat terkait titik lokasi pembangunan KDMP,” jelas dia saat ditemui di Lapangan Desa Tambaharjo, Selasa (6/1/2026).
Baca juga: Perempuan Purbalingga Gagal Lolos Tes CPNS Gegara Identitasnya Dicatut Sebagai Anggota PAN
Baca juga: UPDATE Kecelakaan di Tol Ungaran, Minibus Hiace Ternyata Rombongan Guru Marsudirini Bekasi
Baca juga: Sosok Ika Yunita Bu Lurah Kecelakaan Tabrak Lansia di Kendal
Yibno menjelaskan, pembangunan KDMP tidak akan merusak lapangan desa.
Dia memastikan, hanya sebagian kecil sisi lapangan yang terdampak, yakni sekitar dua meter dari tepi lapangan.
“Tolong digarisbawahi, ini tidak merusak lapangan. Kami justru akan membuat lapangan lebih bagus dari sebelumnya. Lapangan digeser ke arah utara sekitar 5 hingga 10 meter. Lahannya pun tersedia,” jelas Yibno.
Dia mengatakan, pihak pemerintah desa berkomitmen membangun lapangan yang lebih representatif.
Pemerintah desa juga merencanakan penataan kios dan warung di sisi kanan dan kiri KDMP untuk memaksimalkan aset desa dan menunjang Pendapatan Asli Desa (PAD).
Rencananya, akan dibangun ruko atau kios yang seragam dan permanen.
"Pedagang yang terdampak pembangunan KDMP akan diprioritaskan menempati kios baru,” ucap dia.
Yibno juga menegaskan bahwa kios-kios lama yang berdiri di atas tanah desa sebelumnya tidak memiliki izin, hak guna pakai, maupun retribusi resmi.
Dari 15 kios yang ada, sebagian besar sudah dibongkar secara mandiri oleh pemiliknya.
Senada, Kepala Dusun Beran, Desa Tambaharjo, Sulono, memaparkan bahwa cekcok bermula dari keberatan salah satu pemilik kios yang enggan dipindahkan, kemudian mengajak sejumlah pemuda dengan isu lapangan akan dirusak.
| Viral Intel Diduga jadi Penyusup Demo di Pati, TNI-Polri Tegaskan Pelaku Murni Warga Sipil |
|
|---|
| 85 Koperasi Desa Merah Putih di Pati Resmi Beroperasi |
|
|---|
| Gus Ipul Minta Pelaku Kekerasan Seksual Dihukum Seumur Hidup, Termasuk Ashari di Pati |
|
|---|
| Sentuhan Humanis Polisi di Tengah Aksi, Personel Polresta Pati Dampingi Peserta yang Kelelahan |
|
|---|
| Ada Korban Baru Laporkan Ashari ke Polresta Pati, Alami Kekerasan Seksual pada 2013 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260106_koperasi-desa-merah-putih.jpg)