Tribunjateng Hari ini
Pedagang Pasar Tradisional Jepara Akui Tertekan Promo Swalayan
Persoalan harga di pasar swalayan yang kerap dianggap lebih murah dibanding pasar tradisional turut dirasakan pedagang di Pasar Jepara II.
Penulis: Achiar M Permana | Editor: M Syofri Kurniawan
TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Perbincangan soal harga bahan pokok di pasar swalayan yang kerap dianggap lebih murah dibanding pasar tradisional turut dirasakan pedagang di Pasar Jepara II, Kabupaten Jepara.
Di tengah sepinya pembeli, para pedagang mengakui tekanan bukan semata soal harga, melainkan juga daya beli dan kenyamanan pasar.
Sumanto, pedagang beras yang telah 18 tahun berjualan di Pasar Jepara II, menilai harga di pasar tradisional sejatinya tidak jauh berbeda dengan swalayan.
“Swalayan bisa lebih murah karena mereka ambil barang banyak dan tempatnya mendukung. Tapi kalau soal harga beras, sebenarnya tetap sama. Penjualan kami juga masih berjalan,” kata Sumanto kepada Tribun Jateng, beberapa waktu lalu.
Menurut Sumanto, faktor lokasi dan skala pembelian membuat pasar modern mampu menekan harga, sementara pedagang tradisional mengandalkan pelanggan tetap.
Berbeda dari Sumanto, Nikmahtun, pedagang bahan pokok yang sudah 19 tahun berjualan di pasar yang sama, merasakan dampak sepinya pasar lebih signifikan.
“Memang menurun. Pasar sepi sangat mempengaruhi. Daya beli turun, ekonomi juga turun. Keadaannya beda jauh dibanding dulu,” katanya.
Nikmahtun menyebut, kondisi pasar mulai terasa sepi sejak sekitar lima bulan terakhir.
Selain faktor ekonomi, cuaca juga memengaruhi jumlah pembeli yang datang ke pasar.
“Kalau hujan, pembeli makin sedikit. Sekarang juga banyak yang jualan dari rumah, jadi pasar makin sepi,” ungkapnya.
Terkait perbandingan harga, Nikmahtun menilai tidak semua barang di swalayan lebih murah.
Bahkan untuk beberapa komoditas, pasar tradisional masih lebih kompetitif.
“Kalau harga sebenarnya hampir sama, tidak jauh bedanya. Sayur malah lebih mahal di swalayan. Gula dan minyak mungkin bisa lebih murah karena mereka jual banyak,” jelasnya.
Ia berharap ada penataan dan perbaikan pasar, terutama di bagian barat Pasar Jepara II, agar kembali menarik minat pembeli.
“Kalau pasarnya sudah nyaman lagi, pembeli pasti balik ke pasar,” harapnya.
| Kasus Calo Pekerja Outsourcing di Kabupaten Pekalongan Seret ASN, Motor Dinas Sempat Jadi Jaminan |
|
|---|
| Geliat Peternak Hewan Kurban di Blora Jelang Momen Iduladha, Kasno Fokus Spesialis Jual Sapi Jumbo |
|
|---|
| Sukai Kegiatan Sosial, Niken Pilih Donor Darah di Momen May Day di Jepara |
|
|---|
| Telusur Wisata Sejarah Pekalongan, Pinot Ajak Menyelami Tinggalan Masa Lalu |
|
|---|
| Dua Hari Pascakcelakaan, Perjalanan Kereta Semarang-Jakarta Kembali Normal |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Tribun-Jateng-Hari-Ini-Rabu-7-Januari-2026.jpg)