Warga Jateng Diimbau Jaga Imunitas Cegah Superflu, Kenali Gejala dan Proses Penularannya!
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengimbau masyarakat untuk tidak perlu khawatir, menyikapi kabar merebaknya Superflu
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengimbau masyarakat untuk tidak perlu khawatir, menyikapi kabar merebaknya Superflu.
Dijelaskan, penyakit tersebut dapat dicegah dan diobati, serta disebutkan belum ditemukan kasus di Jawa Tengah.
Hal itu disampaikan dokter spesialis paru RS Amino Gondohutomo, Prihatin Iman Nugroho
Dia menjelaskan, superflu sejatinya disebabkan oleh virus influenza yang sudah lama ada, kemudian mengalami mutasi sehingga memunculkan subklausa baru, yakni Influenza A H3N2 Subclaude K.
Baca juga: Apa itu Superflu? Kini Jadi Momok Menakutkan, Ini Bedanya dengan Covid-19
“Penyakit ini pada dasarnya adalah influenza yang mengalami mutasi. Gejalanya mirip flu biasa, seperti demam, nyeri otot, pilek, hingga ngilu pada anggota badan,” katanya dalam keterangannya.
Meski demikian, dr Nugroho menuturkan, pada penderita dengan penyakit penyerta atau komorbid, gejala yang muncul dapat menjadi lebih berat.
Selain itu, tingkat penularannya juga dinilai relatif lebih cepat, terutama saat daya tahan tubuh menurun.
Seperti influenza pada umumnya, penularan superflu dapat terjadi melalui udara (airborne), yakni lewat percikan lendir saat seseorang bersin atau batuk.
“Infeksi virus ini memang mudah menular. Namun, apakah nanti akan muncul di Jawa Tengah, sampai hari ini belum ditemukan data atau laporan adanya kasus superflu di wilayah ini,” jelasnya.
Karena sifatnya yang menyerupai flu biasa, masyarakat diimbau untuk menjaga kesehatan dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.
Di antaranya dengan rajin mencuci tangan, mengonsumsi makanan bergizi, berolahraga secara teratur, serta menggunakan masker saat sedang sakit.
Dengan sistem imun yang kuat, terang Nugroho, superflu tidak berdampak fatal dan dapat dicegah maupun diobati dengan relatif mudah.
“Tidak harus selalu dengan farmakologi atau obat-obatan. Jika daya tahan tubuh optimal, tubuh mampu mengeliminasi virus yang masuk,” tambahnya.
Terkait kesiapan rumah sakit dan tenaga medis, Nugroho menegaskan, fasilitas kesehatan di Jawa Tengah, sesuai arahan Gubernur Ahmad Luthfi, sudah siap. Menurutnya, pengalaman penanganan pandemi Covid-19 memberikan banyak pelajaran, mulai dari prosedur isolasi hingga tata cara pengobatan.
“Insyaallah ini menjadi kekuatan untuk mengantisipasi jika sewaktu-waktu virus tersebut merebak. Namun sekali lagi, masyarakat tidak perlu khawatir,” imbuhnya. (*)
| Tewas Bersimbah Darah di Kamar Hotel, Wanita Muda Diduga Dibunuh Seorang Anak |
|
|---|
| PCX Hantam Truk Antre di SPBU, Purnawirawan TNI Tewas dan Istri Terluka |
|
|---|
| Kades di Grobogan Jadi Tersangka Pembalakan Liar, 107 Gelondongan Kayu Ditemukan di Halaman Rumah |
|
|---|
| Siswi SMK Pengendara NMax Tewas Kecelakaan Diduga Dipicu Kabel Listrik Putus Tersangkut Truk Tebu |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Kota Semarang Hari Ini Rabu 3 Juni 2026: Cerah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260108_jateng2.jpg)