Selasa, 19 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tribunjateng Hari ini

Sampel Makanan Diduga Penyebab Keracunan Murid SD Dibawa ke Labkesda

Dinkes Jepara membawa sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan murid SDN 2 Jatibarat ke Labkesda.

Tayang:
TRIBUN JATENG/Bram Kusuma
Tribun Jateng Hari Ini Jumat 9 Januari 2026 

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jepara membawa sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan murid SDN 2 Jatibarat ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda).

Pemeriksaan sampel makanan itu bertujuan memastikan ada tidaknya kandungan zat atau bakteri pada makanan yang berpotensi menyebabkan keracunan. 

Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Dinas Kesehatan Jepara, dr Hesti Prihandari menuturkan, kejadian 11 anak SDN 2 Jatibarat Desa Pulodarat, Kecamatan Pecangaan yang mengalami dugaan keracunan masih dalam penyelidikan.

Hesti menyampaikan, sampel sisa makanan yang dibawa ke Labkesda berupa mi goreng.

"Sampel sisa makanan yang dimakan anak-anak sudah kami bawa ke Labkesda, namun hasilnya belum keluar,” kata Hesti kepada Tribun Jateng, Kamis (8/1/2026). 

“Ketika tim medis mendatangi sekolah tersebut, pedagangnya sudah tidak ada, sudah pergi," sambungnya.

Menurut Hesti, muntahan pada anak menunjukkan ada mi yang dikonsumsi.

Diduga kuat terjadinya gejala yang dialami anak-anak berkaitan dengan mi yang telah dikonsumsi.

Hal itu diperkuat oleh keterangan semua anak yang mengalami gejala serupa mengaku telah mengkonsumsi mi yang sama dan dibeli dari pedagang yang sama sebelum kegiatan belajar dan mengajar di sekolah dimulai.

Namun demikian, Hesti menyatakan, belum bisa memastikan secara pasti apa yang menjadi penyebab murid SDN 2 Jatibarat mengalami gejala mengarah pada dugaan keracunan.

"Kita tunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk menyimpulkan," tuturnya.

Lebih lanjut, Hesti menegaskan, harus ada antisipasi lebih lanjut yang dilakukan oleh tenaga kesehatan dan satuan pendidikan.

Di antaranya mengantisipasi pedagang yang sama agar tidak berjualan atau menjajakan dagangannya di lingkungan sekolah di semua satuan pendidikan.

Dengan maksud sebagai upaya antisipasi agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Dia juga memastikan anak-anak yang mengalami gejala dugaan keracunan mendapatkan penanganan medis terbaik, termasuk satu anak yang masih menjalani perawatan di Puskesmas Pecangaan, mulai dari pemberian obat, hingga orbservasi medis.

"Kami sudah warning ke teman-teman Puskesmas agar bersiap siaga. Termasuk mengantisipasi ketika kejadian serupa berpotensi terjadi lagi, dan memitigasi dengan upaya pencegahan," tuturnya. (Saiful Ma'sum)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved