Senin, 18 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Pati

Banjir dan Longsor Pati Meluas: 91 Desa di 19 Kecamatan Terdampak

BPBD Kabupaten Pati mencatat sebanyak 91 desa yang tersebar di 19 kecamatan terdampak oleh cuaca ekstrem.

Tayang:
TRIBUN JATENG/Mazka Hauzan Naufal
BANJIR MELUAS - Suasana permukiman di Dukuh Biteng, Desa Banjarsari, Kecamatan Gabus, Pati, yang menjadi salah satu wilayah terdampak banjir di Pati, Selasa sore (13/1/2026). Hingga Selasa malam, Pusdalops BPBD Pati mencatat banjir atau longsor melanda 91 desa di 19 kecamatan se-Kabupaten Pati. (TribunJateng.com/Mazka Hauzan Naufal) 

TRIBUNJATENG.COM, PATI – Intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Pati sejak Jumat, 9 Januari 2026, telah memicu rentetan bencana hidrometeorologi berupa banjir dan tanah longsor

Hingga Selasa malam, 13 Januari 2026 pukul 20.00 WIB, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati mencatat sebanyak 91 desa yang tersebar di 19 kecamatan terdampak oleh cuaca ekstrem ini.

Banjir luapan sungai, terutama Sungai Silugonggo, menjadi penyebab utama tergenangnya permukiman dan lahan pertanian di berbagai titik.

Baca juga: Ratusan Rumah Warga Banjarsari Pati Kebanjiran, Suparni: Air Bertambah Terus Saat Hujan

Di Kecamatan Pati, Desa Dengkek melaporkan ketinggian air mencapai 80 cm di beberapa titik , sementara Desa Sidoharjo sempat diterjang banjir bandang yang merendam rumah warga serta fasilitas pendidikan.

Kerugian material juga mulai membengkak, salah satunya di Desa Mustokoharjo di mana sektor perikanan lele mengalami kerugian hingga Rp60 juta.

Wilayah dengan dampak cukup parah terlihat di Kecamatan Juwana dan Jakenan. Di Desa Doropayung, Kecamatan Juwana, sebanyak 311 rumah terendam dengan ketinggian air di dalam rumah mencapai 5 hingga 90 sentimeter. Sementara itu, di Desa Kedungmulyo, Kecamatan Jakenan, terdapat 156 rumah yang terdampak banjir, bahkan sebagian warga mulai terisolasi.

Tidak hanya permukiman, sektor pertanian juga mengalami kerugian besar. Di Desa Kertomulyo, Kecamatan Trangkil, jebolnya tanggul Kali Gholan mengakibatkan sekitar 15 hektare tambak terendam, memaksa petani melakukan panen dini dengan kerugian mencapai ratusan juta rupiah.

Selain banjir, musibah tanah longsor juga mengancam keselamatan warga di wilayah perbukitan. Di Kecamatan Margorejo, tanah amblas sepanjang 50 meter memutus aktivitas warga di Desa Bumirejo dengan estimasi kerugian mencapai Rp100 juta. Longsor juga dilaporkan merusak infrastruktur jalan di Desa Lumbungmas, Kecamatan Pucakwangi, dengan kedalaman longsor mencapai 25 meter.

Berdasarkan data terbaru dari Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Pati, berikut adalah rincian 19 kecamatan beserta jumlah desa yang terdampak.

1. Kecamatan Pati (14 Desa)

2. Kecamatan Dukuhseti (10 Desa)

3. Kecamatan Juwana (10 Desa)

4. Kecamatan Jakenan (9 Desa)

5. Kecamatan Gabus (7 Desa)

6. Kecamatan Wedarijaksa (5 Desa)

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved