Jumat, 24 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Banjir di Pati

Berikut Ini Daftar 91 Desa di 19 Kecamatan Terdampak Banjir di Pati

Cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas tinggi yang melanda Kabupaten Pati sejak Jumat, 9 Januari 2026

Penulis: Lyz | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/Mazka Hauzan Naufal
TERJANG BANJIR - Nike Andita, pelajar SMA, berjalan menerjang banjir di lingkungan tempat tinggalnya, Dukuh Biteng, Desa Banjarsari, Kecamatan Gabus, Pati, Selasa (13/1/2026). Banjir di wilayah ini terjadi sejak Minggu (11/1/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Hujan deras sejak 9 Januari 2026 memicu banjir dan longsor di Kabupaten Pati.
  • Sebanyak 91 desa di 19 kecamatan terdampak, dengan kerusakan permukiman, pertanian, dan infrastruktur.
  • BPBD mencatat kerugian material besar serta warga terdampak dan terisolasi di sejumlah wilayah.

 

TRIBUNJATENG.COM, PATI – Cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas tinggi yang melanda Kabupaten Pati sejak Jumat, 9 Januari 2026, memicu serangkaian bencana hidrometeorologi.

Banjir dan tanah longsor terjadi di berbagai wilayah, menyebabkan kerusakan permukiman, infrastruktur, hingga sektor pertanian dan perikanan.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati hingga Selasa malam, 13 Januari 2026 pukul 20.00 WIB, tercatat sebanyak 91 desa yang tersebar di 19 kecamatan terdampak langsung akibat hujan berkepanjangan tersebut.

Luapan sejumlah sungai menjadi faktor utama terjadinya banjir, dengan Sungai Silugonggo sebagai salah satu penyumbang terbesar genangan air.

Meluapnya aliran sungai menyebabkan rumah warga dan lahan pertanian di beberapa kecamatan terendam.

Di Kecamatan Pati, banjir melanda Desa Dengkek dengan ketinggian air mencapai sekitar 80 sentimeter di sejumlah titik.

Sementara itu, Desa Sidoharjo sempat diterjang banjir bandang yang mengakibatkan rumah warga serta fasilitas pendidikan terendam air.

Dampak ekonomi akibat bencana juga mulai dirasakan masyarakat.

Baca juga: AKBP Anita Ukir Sejarah di Polres Purbalingga Tapi Tinggalkan Luka di Polres Magelang Kota

Baca juga: Detik-detik Menegangkan Mobil Les Belajar Mengemudi Tiba-tiba Terhenti di Rel Madukoro Semarang

Di Desa Mustokoharjo, kerugian sektor perikanan lele dilaporkan mencapai Rp60 juta akibat kolam budidaya terendam banjir.

Kondisi cukup parah terjadi di Kecamatan Juwana dan Jakenan.

Di Desa Doropayung, Kecamatan Juwana, sebanyak 311 rumah warga terendam banjir dengan ketinggian air di dalam rumah berkisar antara 5 hingga 90 sentimeter.

Sementara itu, banjir di Desa Kedungmulyo, Kecamatan Jakenan, berdampak pada 156 rumah warga.

Sejumlah warga bahkan dilaporkan mulai terisolasi akibat akses jalan yang terendam air.

Tidak hanya permukiman, sektor pertanian dan tambak turut mengalami kerugian besar.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved