Sabtu, 18 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jateng

Kabar Gembira! Trans Jateng Koridor Magelang-Temanggung Siap Mengaspal pada 2027

Bus Rapid Transit (BRT) Trans Jawa Tengah koridor Magelang-Temanggung (Gelangmanggung) bakal mengaspal mulai tahun 2027.

Penulis: iwan Arifianto | Editor: raka f pujangga
TRIBUN JATENG/REZANDA AKBAR D
BUS TRANS SEMARANG - Bus Trans Semarang saat melintas di Tugumuda Kota Semarang. 

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Bus Rapid Transit (BRT) Trans Jawa Tengah koridor Magelang-Temanggung (Gelangmanggung) bakal mengaspal mulai tahun 2027.

Koridor ini akan melengkapi tujuh koridor lainnya di aspal Jawa Tengah.

Namun, pakar transportasi mengingatkan Pemprov Jateng untuk terus membuka koridor di daerah lainnya karena setidaknya wilayah ini membutuhkan sebanyak 30 koridor.

Baca juga: Aden Berharap KA Prameks dan Trans Jateng Bisa Sampai Kebumen, Demi Dongkrak PAD Sektor Wisata

Rute koridor lain yang mendesak untuk segera direalisasikan adalah rute Jepara-Kudus-Pati (Jekuti) dan Pekalongan-Batang.

"Rencana pembentukan koridor di Magelang-Temanggung merupakan kabar baik tetapi melihat aglomerasi daerah di Jateng setidaknya membutuhkan 30 koridor sehingga Pemprov perlu membuka jalur koridor baru yang urgent dibuka seperti Jekuti dan Pekalongan-Batang," ujar Pakar Transportasi dari Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata Semarang, Djoko Setijowarno kepada Tribun, Jumat (23/1/2026).

Djoko menyebut, rencana pembukaan koridor Magelang-Temanggung merupakan langkah yang tepat karena jalur tersebut merupakan jalur potensial menghubungkan trayek Kutoarjo ke Borobudur.

Pembukaan rute ini juga  diharapkan bisa menghidupkan kembali perusahaan Angkutan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) di jalur itu yang "hidup segan mati tak mau".

Perusahaan tersebut bisa diajak dalam skema Buy The Service (BTS), artinya sopir dan pengusaha eksisting diberikan kesempatan untuk bergabung dalam konsorsium pengelola.

Tujuannya, agar tidak berebutan penumpang dan tidak mematikan transportasi lokal.

"Ya penting operatornya adalah operator anggota existing saja. Sehingga tidak mematikan mereka, justru mereka biar hidup kembali dengan pola subsidi," ucapnya.

Pemrov Jateng sebelumnya telah membuka tujuh koridor meliputi Semarang-Bawen (Kedungsepur), Purwokerto-Purbalingga (Barlingmascakep), Semarang-Kendal (Kedungsepur), Magelang-Purworejo (Purwomanggung), Solo-Sragen (Subosukawonosraten), Semarang-Grobogan (Kedungsepur), serta Solo-Wonogiri (Subosukawonosraten).

Berkaitan dengan urgensi pembukaan koridor lainnya Djoko menilai trayek Jekuti dan Pekalongan-Batang perlu segera dibuka. 

Wilayah Cekuti cukup strategis dalam pengoperasian angkutan umum di jalur itu. 

Untuk koridor Pekalongan-Batang juga sama-sama strategis karena berkaitan koneksi dengan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB).

"Pemerintah daerah lainnya juga sudah ada yang meminta pembukaan Trans Jateng di daerahnya seperti Brebes, Tegal (Kota) dan Slawi (Kabupaten Tegal)," bebernya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved