Selasa, 19 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Pati

Warga Pati Lepas 7 Kambing dan 7 Ayam Putih Setelah Sudewo Jadi Tersangka, Ini Filosofinya

Penetapan Bupati Pati (Nonaktif) Sudewo sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memicu beragam reaksi dari masyarakat.

Tayang:
TRIBUN JATENG/Mazka Hauzan Naufal
RITUAL SIMBOLIS - Massa yang tergabung dalam LSM Gerakan Jalan Lurus (GJL) menggelar acara pelepasan tujuh ekor kambing dan tujuh ekor ayam putih di Lapangan Desa Karangwotan, Kecamatan Pucakwangi, Pati, Minggu sore (25/1/2026). Kegiatan ini menjadi "ritual simbolis" GJL dalam menyikapi isu korupsi di Pati, khususnya terkait penetapan Bupati Sudewo sebagai tersangka oleh KPK. 

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Penetapan Bupati Pati (Nonaktif) Sudewo sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memicu beragam reaksi dari masyarakat.

Pada Jumat lalu (23/1/2026), ribuan orang mengikuti Tasyakuran Rakyat yang diinisiasi Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) dan Gerakan Aktivis Pati (GAP).

Mereka berdoa bersama, potong tumpeng, kemudian makan bersama. Ada pula yang menunaikan nazar dengan bercukur gundul dan berlari keliling alun-alun.

Baca juga: Sosok Abdul Suyono Kades Karangrowo Pati, Desanya Kebanjiran Malah Ikut Pemerasan Bareng Sudewo

Pada Minggu sore (25/1/2026), Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Jalan Lurus (GJL) Kabupaten Pati memilih menggelar kegiatan yang lebih bernuansa simbolis dan filosofis.

Mereka melepas tujuh ekor kambing dan tujuh ekor ayam.

Kegiatan ini dilangsungkan di lapangan Desa Karangwotan, Kecamatan Pucakwangi, Kabupaten Pati

Ketua Umum LSM GJL, Riyanta, berdiri di hadapan massanya dengan pesan yang lugas namun filosofis.

Dalam sebuah acara syukuran yang ditandai dengan simbolisme tujuh ekor kambing dan ayam, Riyanta menyerukan pembersihan besar-besaran terhadap praktik korupsi di Indonesia, dimulai dari tanah Pati.

Riyanta mengawali orasinya dengan mengingatkan pentingnya kesadaran akan asal-usul kehidupan atau sangkan paraning dumadi.

Ia menekankan bahwa selama manusia masih diberi napas, maka sudah kewajibannya untuk menjadi pribadi yang baik dan tidak merugikan sesama.

"Jangan menjadi manusia yang jahat, jangan menjadi manusia-manusia yang suka memakan manusia," tegas Riyanta di hadapan para anggota GJL.

ROMPI ORANYE - Bupati Pati Sudewo memakai rompi oranye atau tahanan seusai ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan pemerasan pengisian jabatan perangkat desa di Kabupaten Pati, Selasa (20/1/2026).
ROMPI ORANYE - Bupati Pati Sudewo memakai rompi oranye atau tahanan seusai ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan pemerasan pengisian jabatan perangkat desa di Kabupaten Pati, Selasa (20/1/2026). (Kompas.com/BAHARUDIN AL FARISI)

Ada pemandangan unik dalam acara tersebut, yakni kehadiran tujuh ekor kambing. Riyanta menjelaskan bahwa kambing-kambing tersebut bukanlah sekadar ternak, melainkan simbol rakyat kecil atau "wedhus gembel".

Terinspirasi dari kutipan legendaris Bung Karno tentang pemuda, Riyanta melontarkan tantangan baru.

"Bagi Gerakan Jalan Lurus, berikan saya 7 ekor kambing, nanti akan saya kembalikan menjadi 7 ekor harimau," ujarnya.

Metafora ini merujuk pada tekadnya untuk membina masyarakat kecil agar memiliki keberanian dan "jiwa ksatria" dalam melawan penyimpangan.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved