Selasa, 19 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tribunjateng Hari ini

Ribuan Warga Terdampak Banjir di Pati Terancam Penyakit Leptospirosis

Dinkes Kabupaten Pati melaporkan lonjakan kasus penyakit kencing tikus atau leptospirosis seiring banjir yang merendam puluhan desa di wilayah itu.

Tayang: | Diperbarui:
TRIBUN JATENG
Tribun Jateng/Rahardiyan Ajie Kurniawan 

TRIBUNJATENG.COM, PATI – Banjir yang merendam puluhan desa di Kabupaten Pati, sejak awal Januari, membawa dampak ikutan yang serius.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati melaporkan lonjakan kasus penyakit kencing tikus atau leptospirosis.

Selama Januari ini saja, empat warga Pati meninggal dunia akibat penyakit tersebut.

Lonjakan kasus leptospirosis terjadi seiring dengan banjir.

Hanya untuk periode Januari 2026 ini, tercatat 35 orang dinyatakan terjangkit bakteri yang ditularkan melalui urine hewan ini, terutama tikus.

Penderitanya didominasi oleh pasien berusia lanjut (lansia).

Penyebaran kasus ditemukan di sejumlah titik, mulai dari Kecamatan Juwana, Jaken, hingga Margoyoso.  

Selain itu, kasus serupa juga terdeteksi di wilayah Kecamatan Trangkil, Dukuhseti, Batangan, hingga Wedarijaksa.

Yang mengejutkan, data kasus leptospirosis di Pati sepanjang Januari 2026 sudah lebih dari separuh total kasus sepanjang 2025.

Dinkes Pati mencatat bahwa sepanjang 2025 terdapat 61 kasus leptospirosis dengan 17 orang meninggal dunia.

Kasus terbanyak terjadi pada Februari dan Maret 2025.

Ketua Tim Pencegahan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinkes Pati, Yanti, mengungkapkan bahwa keterlambatan penanganan menjadi faktor utama penyebab fatalitas.

Menurutnya, gejala leptospirosis sering kali dianggap remeh oleh masyarakat karena menyerupai penyakit biasa.

"Yang menjadi masalah ketika datangnya itu terlambat ya, karena masyarakat awam tidak tahu, dinyana-nyana itu biasa aja, dikira penyakit biasa saja," ujar Yanti.

Dia menjelaskan, gejala yang dialami penderita leptospirosis biasanya berupa demam, sakit kepala, mata merah, nyeri betis, lemas, hingga kulit kekuningan.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved