Stunting di Salatiga
Penurunan Angka Stunting di Salatiga Belum Capai Target
Penurunan angka stunting di Kota Salatiga pada 2025 belum mencapai target. Pada 2026, Pemerintah Kota Salatiga menargetkan dapat menduduki posisi.
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: rival al manaf
TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Penurunan angka stunting di Kota Salatiga pada 2025 belum mencapai target.
Pada 2026, Pemerintah Kota Salatiga menargetkan dapat menduduki posisi terendah kasus stunting di Jawa Tengah.
Wakil Wali Kota Salatiga sekaligus Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), Nina Agustin memngataka, bahwa meskipun tidak mencapai target, progres penurunan stunting di Kota Salatiga terbilang sudah cukup baik. Dari target 5,69 persen pada 2025, pencapaian Kota Salatiga baru pada angka 6,71 persen.
Baca juga: Kemenkum Jateng dan UIN Salatiga Jajaki Kerjasama
Baca juga: Bagi Bunga dan Cokelat, Cara Polres Salatiga Sosialisasikan Operasi Keselamatan Candi 2026
"Penurunan stunting saat ini sudah baik menurut saya.Tentunya, penerapan standar tetap kita lakukan progres sesuai dengan evaluasi.
Adanya evaluasi di tahun 2026, ini kami berharap adanya penurunan yang sangat signifikan," tutur Nina, saat Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi A DPRD Kota Salatiga terkait Langkah Strategis Penanganan Stunting, Kamis (5/2/2025)
Dia berharap, Salatiga ini yang saat ini ada pada posisi urutan ke-4 terendah di Jawa Tengah dari 25 kabupaten/kota bisa turun menempati di urutan pertama.
Nina menegaskan, tim akan terus melaksanakan berbagai upaya untuk menurunkan angka stunting di Kota Salatiga, melalui penguatan intervensi gizi spesifik dan sensitif, peningkatan edukasi kepada keluarga, serta pengawasan terpadu terhadap kelompok sasaran berisiko stunting.
Dalam upaya penurunan angka stunting, Pemerintah Kota Salatiga tidak hanya akan berfokus pada anak dengan kondisi stunting tetapi juga kelompok rentan resiko stunting.
Dalam Rapat Dengar Pendapat ini, Anggota Komisi A DPRD Kota Salatiga, Basirin mengingatkan, seluruh OPD dapat berkoordinasi fokus menyelesaikan permasalahan penurunan stunting.
Terlebih, karena resiko terbesar terjadinya stunting adalah makanan tidak adekuat atau kurangnya nafsu makan, paparan asap rokok atau keluarga perokok, dan pola asuh.
"Rapat Dengar Pendapat ini sebagai tindak lanjut di awal tahun, untuk istilahnya mengevaluasi secara baik terkait strategi penurunan stunting. Nanti kami akan lebih banyak mencermati apa yang akan dilaksanakan di tahun 2026," tuturnya. (eyf)
| Jatuh saat Nyalip Truk Tronton, Pemotor Tewas Mengenaskan |
|
|---|
| Kakek Pendorong Gerobak Sampah Tewas Diseruduk Sopir Mobil Ngantuk |
|
|---|
| Sosok Slamet Suradio Pria Purworejo Masinis Tragedi Bintaro, Wafat Usai Bertahun Menanggung Beban |
|
|---|
| Dua Wanita Pengendara Motor Tabrakan Adu Banteng, Satu Tewas |
|
|---|
| Detik-detik Mobil MBG Tabrak Rumah Warga di Sundoluhur Pati, Masuk ke Dalam Hancurkan Perabot |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/202602025_RDP-Wakil-Wali-Kota-Salatiga.jpg)